JALAN LAIN KENABIAN (Puisi Reliji 2)

Oleh A Taufiq*

hawa

katanya: aku terlahir dari rahim lelakiku

hingga aku harusnya adalah milik lelakiku

tapi aku memilih jalan sendiri

dan tiba-tiba kami menjadi bersama

dan menjadi lupa tentang siapa memiliki siapa

kau tahu jalan itu?

ya, jalan itu: cinta

kan’an

akulah pemuda pertama yang menyadari

hakikat bahtera adalah akal budi

akulah pemuda pertama yang mengalami

bahwa tubuh boleh mati

tapi bahteraku tetap mengabadi

 

saat banjir melanda, naiki bahteramu

tak usah tunggu bahtera ayahku,

 

magdalena

 

rohku, kudusku

darinya aku tahu, tentang makna tubuh yang sebenarya

juga tentang kesucian yang sebenarnya

darinya, aku tulis bait-baitku

aku tegakkan panji-panjiku

jangan tanyai perempuan tentang kesucian tubuhnya

sebab: adakah tubuh yang suci di dunia?

(Kamar Merah, 12/5/14)

*Warga Jemaat Sastra Sunan Kalijaga (JS-SK)

Komentar

komentar

Baca juga  Puisi-Puisi Bunga Hening Maulidina: Sajak Almamater

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of