Bersama dalam Keberagaman

Ketiga pemateri sesi pertama pada acara seminar kebangsaan, (20/05).
Ketiga pemateri sesi pertama pada acara seminar kebangsaan, (20/05).

Lpmarena.com, Ratusan peserta memenuhi tempat duduk di Convention Hall Lt.1 menghadiri Seminar Kebangsaan dengan tema “Membangun Spirit Kebangsaan dan Perdamaian Menuju Terwujudnya Kemanusiaan yang Adil dan Beradab di Indonesia” yang diadakan oleh Dialog Center Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Selasa,(20/05).

Seminar yang dimulai pukul 09.00 ini ada dua sesi pembicara.  Sesi pertama diisiAdul Basit Wahid, Siti Ruhaini Dzuhayatidan Abdul G Karim. Lalu sesi kedua diisi Iskandar Zulkarnain, Abdul Muhaimin, dan Min Zafrullah Ahmad Pontoh.

Adul Basit Wahid membuka seminar dengan menerangkan keberagaman. “Allah menciptakan laki-laki dan perempuan berbangsa-bangsa dengan background yang berbeda, dan menjadikanyasatu memang perlu kerja bersama,” ungkap Basit (sapaan Adul Basit Wahid) selaku pembicara dalam sesi pertama.

Senada dengan Basit, Siti Ruhainimenyampaikan“Indonesia adalah komunitas muslim terbesar di dunia, yaitu 80% masyarakat muslim, kita melihat multikulturalisme dengan inklusi dan egaliter yang merupakan suatu realitas yang harus kita kelola dengan baik. Pluralitas merupakan realitas horizontal, keberagamana dengan masyarakat dengan kelompok-kelompok yang berbeda dalam satu agama,” tuturnya.

Sementara itu, Iskandar Zulkarnain menyebutkan, ”Mayoritas Indonesia memang Islam, Pada tahun ‘98 ditandai dengan kebebasan berekspresi. Umat muslim menjadikan ini sebagai momentum lahirnya ragam aliran keagamaan oleh sebagian masyarakat,” terangnya saat menyampaikan materi.

Zulkarnain juga menyampaikan kebinekaan, “Keragaman suku dan agama sebenarnya tercantum dalam kebinekaan agama mengemban fungsi memupuk kebergaman,”tandasnya. (Anisatul Ummah)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Baca juga  Jogja Berkebun, Ajak Masyarakat Mandiri Pangan

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of