Catur dalam Bingkai Teater

Apabila aku bosan main catur, itu artinya aku bosan hidup.permainan catur adalah tantangan bagi ketajaman otak dan kekuatan sikap jiwa manusia : sebagaimana taktik cinta, taktik perang, politik dan lain sebagainya.

Poster teater Lawan Catur oleh Sanggar 28 "terkam" .
Poster teater Lawan Catur oleh Sanggar 28 “terkam” .

lpmarena.com,Ini adalah kutipan pertunjukkan teater dengan lakon “Lawan Catur” terjemahan W.S. Rendra dari naskah asli berjudul The Game of Chess karya Kenneth Sawyer Goodman yang diadaptasi oleh Sanggar 28 Terkam IST Akprind Yogyakarta. Pertunjukan ini untuk memeriahkan diesnatalis Sanggar 28 Terkam yang ke-20 dengan sutradara Ica. Pementasan ini dilaksanakan pukul 20.00 WIB di Gedung Auditorium IST Akprind (21/06).

Uniknya, pentas yang berasal dari latar dan budaya barat ini dikisahkan dengan model Melayu. Ini terlihat dari latar, dialek aktor, dan kostum. Berkisah tentang seorang bangsawan bernama Datuk yang ingin dibunuh oleh seseorang yang dendam terhadap Datuk karena sikapnya yang menindas terhadap orang kecil. Namun karena kecerdikan si Datuk, seseorang yang ingin membunuh ini malah dibuat bingung oleh Datuk. Hingga akhirnya yang terbunuh bukanlah Datuk tetapi seseorang yang ingin membunuh Datuk.

Dalam pentas ini, wacana yang ingin disampaikan adalah mengenai strata sosialyang mana kelas rendah di masyarakat begitu mudah dibohongi dan dibuat bingung. “Berbicara tentang tingkatan dan perbedaan strata, juga persoalan lahan. Dimana dalam kasus seperti itu diperlukan siasat dan strategi untuk menyelesaikan. Dibutuhkan pemikiran cepat dan tepat,” ujar Ica yang menganalogikan dengan permainan catur.

Hal berbeda disampaikan oleh Fendi, salah seorang penonton. Menurutnya, pentas ini ‘gagal’ ketika mau memberikan tawaran yang baru. “Sudah terlalu banyak yang menghadirkan hal seperti itu. Cuma yang bikin menarik, segi bahasa. Jarang bahasa lain yang kita mainkan, seperti bahasa Jawa, Melayu, Arab,” ucap Fendi. Ia juga mengkritik tentang musik yang mengiringi, “Saat musik dimainkan sendiri itu nikmat, tapi nggak pas sama aktor,” ujarnya.

Baca juga  Kritik Maritim dalam Pentas SILAHKANNONTON

Sementara itu, mbah Tohir(aktor teater sepuh) memberikan pesan kepada tim produksi sendiri untuk jangan berhenti sampai disini. “Yang penting satu, harus dikasi awalan dan akhiran. Karena kebanyakan kalau tekun kehilangan ketekunan. Sadar kehilangan kesadaran,” tuturnya.(Isma Swastiningrum)

 

Editor : Ulfatul F.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of

Send this to a friend