Home - Film Mencari Keadilan untuk Difabel

Film Mencari Keadilan untuk Difabel

by lpm_arena
Print Friendly, PDF & Email

 

gambar diambil dari www.portalkbr.com/berita/nasional/2464374_4202.html

gambar diambil dari www.portalkbr.com/berita/nasional/2464374_4202.html

 

“Mereka berusaha agar apa yang mereka sampaikan didengar dengan berbagai cara.”

Purwanti, aktivis difabel.

lpmarena.com,  Bertempat di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, launching dan bedah film dari organisasi difabel dilangsungkan, Senin (23/6) pukul 14.00 WIB. Acara ini menghadirkan berbagai nara sumber, diantaranya  Novi Kurnia (pengamat film dan dosen Komunikasi FISIPOL UGM), Dewi Candraningrum (aktivis perempuan dari Jejer Wadon Solo dan Pemred Jurnal Perempuan), Purwanti (aktivis difabel dari Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) Yogyakarta), serta Akhmasyita KLC, seorang tuna rungu yang menjadi aktor film dari Deaf Art Community.

Acara dan bedah film tersebut diproduksi oleh difabel yang berasal dari berbagai macam organisasi difabel dari lima kabupaten/kota Yogyakarta.  Salah satunya dari SIGAB yang merupakan inisiator dan produser film ini bekerjasama dengan Etnoreflika Yogyakarta, sebuah lembaga yang bergerak di bidang media visual yang berbasis etnografi.

“Pencari Keadilan”, judul film tersebut, merupakan sebuah film dokumenter yang diangkat dari kisah nyata seorang tuna rungu yang menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sukoharjo dengan durasi 23 menit. Film ini juga disertai dengan iklan layanan masyarakat serta rekam proses produksi film.

Pesan yang ingin disampaikan dari film ini adalah bagaimana difabel dapat fair di mata hukum. “Mereka berusaha agar apa yang mereka sampaikan bisa didengar dengan berbagai cara dan itu merupakan kecerdasan mereka. Harapannya film ini bisa menjadi advokasi bersama,” jelas Purwanti yang akrab dipanggil mba Ipungsaat berdiskusi dengan audien setelah pemutaran film selesai.(Chusnul Chotimah)

 

Editor: Ulfatul F.