Mengingat Kembali Perjuangan Para Pahlawan

Mengingat Kembali Perjuangan Para Pahlawan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Seorang pengunjung tengah melihat-lihat pameran Teks dan Foto "Sekitar Kemerdekaan" di Bentara Budaya Yogyakarta.
Seorang pengunjung tengah melihat-lihat pameran Teks dan Foto “Sekitar Kemerdekaan” di Bentara Budaya Yogyakarta.

 

Soekarno akulah penerusmu! Indonesia adalah perjuanganku!

lpmarena.com,“Matinja sistim imperialisme itoe adalah Notwendigkeit! Boekan sadja di Indonesia, tetapi diseloeruh doenia. Indonesia, dengan adanja faktor-faktor objektif jang lebih hebat dan faktor-faktor subjektif jang lebih menggelora,-Indonesia MENDAHOELOEI bangsa-bangsa Asia jang lain didalam perdjoeangan mematikan sistim imperialisme itoe, tetapi bahwa sistim itoe dilain-lain daerah poen akan mati, itoe adalah notwendig, sebagai matahari terbit dihari esok!”

Itu adalah salah satu kutipan Bung Karno yang terpajang dalam Pameran teks dan foto “Sekitar Kemerdekaan” yang digelar di Bentara Budaya Yogyakarta, 24 Juni-2 Juli 2014.Pengunjung diajak masuk pada suasana perjuangan tempo doeloe bahkan dari pintu masuk ruang pameran. Alunan musik keroncong dan kemerdekaan terdengar sayup-sayup di dalam ruangan yang dindingnya berisi puluhan foto dan teks “Sekitar Kemerdekaan”. Teks dan foto itu berasal dari beberapa penenerbitan sekitar tahun 1944-1946, diantaranya dari Harian Merdeka dan majalah Jawa Baru atau Java Bode.

Ika Yuni Astuti selaku pengunjung mengatakan jika sebagai generasi muda kewajiban kita adalah mengisi kemerdekaan. “Mengutip apa yang disampaikan oleh panglima besar Jenderal Soedirman. Perjuangan kemerdekaan telah usai, sekarang saatnya bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini,” katanya. Berbeda dengan Ika, Ki Aryomerasa malu karena belum bisa berbuat sesuatu untuk Indonesia, “Membangkitkan rasa malu diri. Belum juga berbuat sekecil apa pun,” ungkap Ki Aryo yang juga pengunjung pameran.

Foto dan teks disajikan juga dimaksudkan dalam upaya mengingatkan kembali tentang perjuangan bangsa Indonesia dahulu dalam mencapai kemerdekaan. Jajahan bangsa Eropa (Belanda-red) yang begitu kental membuka mata kita untuk jangan berhenti mewarnai budaya Indonesia dengan budaya sendiri. Seperti semangat yang digelontorkan oleh pengunjung bernama Tommy Purnama yang bersedia menjadi penerus para pahlawan. “Soekarno akulah penerusmu! Indonesia adalah perjuanganku!,” ungkapnya.

Baca juga  Filsafat Agama Adakan Hura-hura Filosof

Acarayang digelar dalam rangka memperingati kemerdekaan RI ke-69 yang jatuh 17 Agustus 2014 itu juga memasang sebuah kutipan berbunyi,“Kita sedang membuat sedjarah. Sedjarah itoe baroe permoelaannja, baroe bab I. Bab II akan kita boeat. Dapat kita toelis dengan warna merah atau poetih”oleh Tan Malaka. (Isma Swastiningrum)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of