Siapa yang Syirik?

Siapa yang Syirik?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh Muhammad Qowim*)


Sedulur-sedulur yang bekerja di samudra percaya bahwa laut bukanlah negeri tanpa penguasa.

Mereka percaya, ada yang menjaga samudra entah itu Khidir AS ataupun Nyai Roro Kidul.
Karena keyakinan itulah, sedulur-sedulurku di lautan, tidak berani kurang ajar di samudra.

Sedulur-sedulur yang bekerja di merapi percaya bahwa merapi punya jiwa sehingga mereka perlu menghormati merapi dan juru kuncinya.

Merapi bukan hanya onggokan tanah berlahar semata.
Karena keyakinan itulah, sedulur-sedulurku di merapi tidak semena-mena menambang pasir dan batu di sana.

Sedulur-sedulur yang bertandang di alas purwo percaya bahwa alas tersebut masih dihuni oleh banyak makhluk halus. Karena kepercayaan itulah, Sedulur-sedulurku di sekitar alas purwo tidak berani menebang sembarangan atau bertindak asusila di hutan larangan.

Lalu apa karena kepercayaan dan keyakinan tersebut, kalian bilang Sedulur-sedulurku sebagai syirik, bidah, khurafat dan takhayul.
Tidak ada dasarnya di kitab suci dan tak pernah diajarkan oleh Kanjeng Nabi.
Gagah sekali sabda-sabda kalian.
….
Lalu lebih baek mana tahayul ini, dibanding kekurangajaran kalian di senayan padahal mata dunia menyaksikan?
Lalu lebih baik mana bidah ini, dibanding kelihaian kalian bermanuver di senayan yang menggagahi sedulur sendiri padahal kalian takut terhadap juragan-juragan politik?
Lalu lebih baik mana khurafat ini, dibanding keengganan kalian meneruskan suara kami di senayan, padahal dulu kalian mengemis dukungan pada sedulur-sedulur ini.
Lalu siapa yang syirik, jika Sedulur-sedulur ini begitu menghormati makhluk-makhluk Tuhan dari jenis lain bahkan yang tidak mampu mereka lihat sekalipun.
Sementara kalian dengan jelas mendengar teriakan kami dan menyaksikan penderitaan kami, lalu kalian manipulasi untuk kepentingan-kepentingan dan kursi-kursi tirani.
Lalu siapa yang syirik? Wahai kalian makhluk-makhluk pintar di senayan.
….
*) DPR = Dewan Perwakilan Rakyat, bukan dewan perwakilan partai.

Baca juga  Menelisik Akar Kekerasan Seksual

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of