Jogja Bersepeda

Spread the love
Para pesepeda yang tengah berkumpul di stadion Kroidosono, (31/10.)
Para pesepeda yang tengah berkumpul di stadion Kroidosono, (31/10.)

Lpmarena.com, Pemandangan berbeda tampak di kawasan Stadion Kridosono. Ratusan pesepeda dari berbagai komunitas sepeda berkumpul di sana ( 31/10). Mereka menggelar JLFR (Jogja Last Friday Ride). Malam itu komunitas yang hadir adalah GNC ( Godean Ngepit Community ) , Umpit ( Umbulharjo Ngepit ), RMW ( Ride My Way ) dan lain sebagainya.

Rani Handayani, salah satu pesepeda menyayangkan jumlah massa yang menurun pada JLFR kali ini. “Acaranya seru sih kak, Cuma hari ini massa nya ngga sebanyak biasanya. Mungkin karena takut soal berita RKS ( Raden Kian Santang ) yang lagi up diberitakan di Facebook. Soalnya kan biasa kita sampai finish aja jam 22.00 WIB. Takut kemaleman,” ungkap siswa kelas III SMK N 6 Yogyakarta ini.

Kegiatan yang diadakan setiap hari Jumat di minggu terakhir ini selalu menyita perhatian warga. Tidak hanya itu, beberapa pengendara yang tengah melintas di tempat ini pun turut berhenti untuk sekedar melihat. Ditambah atribut yang pesepeda kenakan terlihat ‘nyentrik’ itu tak jarang membuat gelak tawa bagi warga atau pengendara yang melintas di sana.

JLFR sendiri selalu menggunakan stadion kridosono sebagai titik temu para pesepeda, dan kawasan Mangkubumi menjadi tempat finishnya. Rute yang dipakai pun selalu berubah tiap bulannya. JLFR yang juga digunakan sebagai ajang saling kenal berbagai komunitas sepeda ataupun ajang tukar informasi event sepeda, ternyata dinilai arogan di jalan dan membuat pengendara khususnya sepeda motor menjadi kesal. Satu diantaranya adalah Fadil. Ia mengaku sangat tidak nyaman dengan pengendara sepeda yang melintas karena menurutnya ugal-ugalan , tidak tertib dan terkesan arogan di jalan. (Wulan)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of