Kompor 28 Tolak Kenaikan BBM

Kompor 28 Tolak Kenaikan BBM

Aksi menolak kenaikan BBM oleh Kompor 28 di titik Nol KM, Senin (10/11).
Aksi menolak kenaikan BBM oleh Kompor 28 di titik Nol KM, Senin (10/11).

Lpmarena.com, Kelompok Mahasiswa Pemuda Pelopor 28 (Kompor 28) melakukan aksi tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di titik Nol KM, Jalan Malioboro Yogyakarta. Pada hari  Senin (10/10), pukul 20.30 WIB.

Kompor 28 merupakan aliansi mahasiswa yang terdiri dari Forum Mahasiswa Yogyakarta (FMY), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), PPI, KPO PRP, SMI, Pembebasan, KeMPeD, Vokasia UGM, DMP serta BEM KM UGM. Dalam aksinya Kompor 28 memberikan lead pada tulisan selebararannya bahwa “Tolak kenaikan BBM, karena itu merupakan kebijakan keliru yang diambil oleh rezim Jokowi – JK”.

Aksi diisi tidak hanya orasi politik, melainkan ada pembacaan puisi Tonton Biaya karya Wiji Thukul yang dibacakan D. Gumelar–salah satu massa aksi. Sebagaimana disampaikan Ayu, Kordinator lapangan (Korlap), puisi ini sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan negara.

Ardy, ketua LMND menerangkan bahwasannya pemerintah tidak usah menaikkan BBM, cukup menaikkan komoditas yang lain, seperti halnya batu bara dan yang lainnya yang tidak punyak efek besar terhadap masyarakat Indonesia. “ Jika BBM naik, efeknya semua bahan akan naik,” ungkapnya ketika diwawancarai oleh ARENA.

Sedangkan Wahyu selaku perwakilan dari FMY memberikan orasi politik terkait kenaikan BBM. Baginya kenaikan BBM dari sejak dulu sampai sekarang juga tidak memberikan sumbangsih apa-apa terhadap peningkatan pendidikan di Indonesia. “Banyak pemuda yang tidak mendapatkan hak mereka untuk pendidikan,” ungkapnya.

Sebaliknya penguasa lebih berpihak pada kapitalis ketimbang rakyatnya sendiri. “Hal itu terbukti dengan naiknya BBM, yang semakin menjerat rakyat,” keluh Wahyu.

Yusron, mahasiswa UIN Suka yang sekaligus akitivis Keluarga Mahasiswa Pecinta Demokrasi (KeMPeD) membeberkan harapannya kepada pemerintahan Jokowi- JK. Apabila BBM tetap naik pemerintah menjamin kesejahteraan. “Solusinya harus ada subsidi pangan terhadap masarakat kecil,” harapnya. Lebih lanjut, Yusron menambahkan apabila hal tersebut tidak dipenuhi massa aksi Kompor 28 akan turun ke jalan besar-besaran.

Baca juga  Kasus Pelanggaran HAM Harus Dituntaskan

Adapun sikap KOMPOR 28 sendiri jelas, “tolak kenaikan BBM” dengan memberikan solusi yang ditawarkan kepada negara yakni “Nasionalisasi aset vital dibawa kontrol Rakyat, bangun industrialisasi yang kuat dan mandiri dan laksanakan reforma agraria sejati.” Sebagaimana yang tertulis di rilis Kompor 28. (M.Faksi Fahlevi)

Editor: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of