Aksi Menolak IPL untuk Bandara Kulon Progo

Aksi Menolak IPL untuk Bandara Kulon Progo

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
foto diambil dari krjogja.com
foto diambil dari krjogja.com

Lpmarena.com, Senin, (13/04) Gerakan Solidaritas Tolak Bandara (Gestob) melakukan aksi menolak Ijin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan bandara Kulon Progo. IPL yang dikeluarkan Gubernur DIY melalui surat keputusanNomor 68/KEP/2015 tersebut dinilai akan mempercepat proses pembebasan lahan produktif petani di Kulon Progo.

Dari data yang dihimpun Gestob_dalam press rilisnya_ menyebutkan, pembangunan bandara itu nantinya akan menggusur 2.875 Kepala Keluarga atau sekitar 11.501 jiwa. Serta, melenyapkan pemukiman warga, sawah, ladang, tempat peribadatan, cagar budaya, sekolah dan lain-lain.

“Ini sudah pada tahapan pemerintah berdampingan dengan PT Angkasa Pura I menggusur lahan petani di sana yang luasnya 637 hektar ,” ungkap Aziz menyampaikan kondisi terakhir sebelum aksi digelar (11/04). Lahan yang diambil meliputi enam desa di Kulon Progo, yaitu Glagah, Palihan, Sindutan, Jangkaran, Kebonrejo, dan Temon Kulon.

Aksi yang terdiri dari gabungan organisasi pergerakan mahasiswa serta LSM DIY tersebut melakukan longmarch dari taman parkir Abu Bakar Ali, gedung DPRD DIY hingga titik nol, Malioboro. Dalam aksinya, Gestob juga mengungkapkan pemerintah telah melakukan kriminalisasi terhadap empat petani Wahana Tri Tungga (WTT) di Kulon Progo. Keempat petani bernama Sarjito, Wakidi, Trimarsudi dan Wasio tengah menjalani persidangan hari itu dan aksi tersebut juga dilakukan untuk menuntut pembebasan mereka. (Fikri)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Baca juga  Kampus Rakyat, Kampus Perlawanan

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of