Hari Buruh, Petani Kulon Progo Sampaikan Dua tuntutan

Hari Buruh, Petani Kulon Progo Sampaikan Dua tuntutan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Massa aksi long march di jalan malioboro, (1/5).
Massa aksi long march di jalan malioboro, (1/5).

Lpmarena.com, Serikat Buruh Indonesia bersama dengan beberapa aliansi buruh dan mahasiswa menggelar aksi damai memperingati hari buruh internasional, Jum’at (1/5). Dalam aksi  long march yang dimulai dari parkir Abu Bakar Ali menuju Gedung Agung Yogyakarta ini, buruh menyerukan beberapa tuntutan.
Somad, perwakilan Aliansi Petani Kulon Progo menyatakan, “Kami menuntut pembebasan petani kulon progo yang masih dalam penjara akibat melawan pembangunan bandara internasional di kulon progo.” Empat petani tersebut ialah Sarijo, Tri Marsudi, Wakidi, dan Wasio.
Dalam askinya, Somad juga menyampaikan penolakannya terhadap investasi asing, khususnya di Yogyakarta. “Masyarakat Yogyakarta tidak boleh menjadi buruh di negerinya sendiri akibat penanaman modal asing dan pembukaan pasar bebas di Yogyakarta.”
Hal tersebut, lanjut Somad, yang menjadi permasalahan paling penting bagi petani Kulon Progo. Apabila lahan pertanian di Kulon Progo berhasil dijual untuk pembangunan bandara internasional, maka yang terjadi lahan pertanian akan berkurang dan petani Kulon Progo akan menjadi buruh di kotanya sendiri.
Saat ditemui ARENA terkait keikutsertaannya dalam aksi buruh kali ini, Somad menyebutkan persoalan buruh dan petani sama. ”Saya kira persoalan buruh dan petani sama, yang membedakan adalah lapangan pekerjaan dan mata pencahariaannya.” (Kartika HN)

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Baca juga  Puisi-Puisi Rodiyanto: Lakon Luka

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of