Home - 294 Karya Ilmiah akan Tampil dalam Sagasitas Research Exhibition 2015

294 Karya Ilmiah akan Tampil dalam Sagasitas Research Exhibition 2015

by lpm_arena

Lpmarena.com, Pameran karya ilmiah bertajuk Sagasitas Research Exhibition 2015 akan diselenggarakan pada 20-21 Mei 2015 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM. Pameran ini dikuti oleh 588 siswa SMA/MA se-DIY, dengan 294 karya ilmiah yang terbagi menjadi dua kategori besar yang bercabang, yakni kategori Klinik Sains dan Seni Sastra Budaya (SSB).

Sagasitas merupakan organisasi tingkat provinsi yang mewadahi siswa SMA/MA dalam bidang penelitian. Seluruh peserta mendapat bimbingan langsung dari tim Sagasitas. Anggota panitia Sagasitas sekitar 40 anggota yang aktif. Zainal Abidin A.M. selaku ketua Sagasitas berharap acara ini mampu mengembangkan rasa kritis. ”Harapannya, dapat menumbuh kembangkan rasa ingin tahu, kemudian rasa ingin tahu dan peka terhadap masalah di sekitar masyarakat itu,” katanya, Jumat (15/5).

Kegiatan ini dibiayai oleh Dinas Pendidikan. Pemerintah telah menganggarkan dana sekitar 200 juta untuk membantu para finalis melakukan penelitian. Setiap kelompok memperoleh dana yang berbeda-beda tergantung proposal yang diajukan dalam penelitian tersebut. Kisaran dana yang di peroleh perkelompok antara satu hingga tiga juta. Biaya ini digunakan untuk biaya pameran sampai proses penelitian hingga selesai.

Seleksi dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama seleksi proposal penelitian, kemudian peserta yang lolos mengikuti gladi penelitian ilmiah selama 5 hari 4 malam di Hotel UIN Suka. Gladi ini bertujuan membina pada peserta untuk memperdalam ilmu di bidang penelitian. Selanjutnya para finalis yang lolos ke tahap berikunya mengikuti pameran selama dua hari. Pada pameran ini para finalis di tantang untuk mempresentasikan karyanya di depan pengunjung yang datang.

Karya yang dipamerkan merupakan perwakilan dari DIY yang diikutsertakan dalam Olimpiade Penelitian Seluruh Indonesia (OPSI). Zainal Abidin menegaskan pada tahun 2014, 28 karya dari DIY lolos seleksi OPSI. “DIY menjadi finalis terbanyak meski bukan juara umum, karena juara ditentukan jumlah emas. Sedangkan kita memperoleh dua emas, empat perak, empat perunggu,” ucapnya. Karya yang terpilih sebagai pemenang OPSI akan mengikuti lomba ilmiah tingkat internasional untuk mewakili Indonesia. (Lisa Masruroh)

Editor: Isma Swastiningrum