Lpmarena.com–Rangkaian pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 120 resmi dibuka pada Selasa (28/04) di Gedung Multipurpose (MP). Namun, pelaksanaannya dinilai tidak kondusif lantaran jumlah peserta melebihi kapasitas gedung yang menyebabkan penyampaian materi tidak berlangsung secara efektif.
Muhammad Reza Pahlevi, salah satu peserta KKN dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), mengeluhkan kondisi pembukaan pembekalan KKN yang dinilai kurang kondusif karena kondisi gedung yang penuh. Alih-alih menyimak materi yang disampaikan, mahasiswa justru banyak yang memilih untuk keluar gedung.
“Di lantai satu dan dua itu sudah penuh, bahkan sampai ke depan pintu gedung MP. Jadi mahasiswa lebih milih untuk keluar daripada di dalam malah enggak bisa gerak,” ujarnya saat diwawancarai ARENA via telpon pada Rabu (29/04).
Padahal menurut Reza, pembekalan tersebut penting untuk menjadi acuan dasar peserta KKN dalam merancang program kerja. Namun, karena kondisi gedung yang penuh membuat materi tidak tersampaikan secara maksimal kepada peserta.
Dengan kondisi tersebut, ia menyayangkan tidak adanya kesiapan lebih dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dalam mengatasi peserta yang membludak.
“Area di bawah dan atas gedung ini kan udah over kapasitas, sementara enggak ada layar alternatif atau visual di luar yang bisa membantu temen-temen yang enggak dapet tempat di dalam MP,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Qoyum, ketua LPPM, menyampaikan gedung MP menjadi satu-satunya tempat yang sesuai dengan banyaknya mahasiswa. Ia menuturkan telah mengkalkulasikan antara jumlah mahasiswa dengan kapasitas gedung. Sehingga gedung tersebut dipilih menjadi tempat berlangsungnya pembukaan pembekalan KKN Reguler.
Ia juga menilai bahwa kapasitas gedung tersebut sesuai dengan mahasiswa peserta KKN yang berjumlah sekitar 3.750. Hal tersebut ia komparasikan dengan cukupnya kapasitas ketika Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berjumlah sekitar 5.200 mahasiswa baru.
“Karena sudah kita hitung, kapasitas untuk PBAK itu bisa masuk semua,” ujarnya saat diwawancarai ARENA di ruangannya, Kamis (30/04).
Padahal, dilansir dari arsip tulisan ARENA mengenai PBAK, kapasitas gedung MP, menurut saluran resmi UIN Sunan Kalijaga hanya memiliki daya tampung 1.500-2000 orang. Artinya, pada seremonial pembukaan pembekalan KKN, terdapat kelebihan kuota maksimum dari kapasitas gedung.
Tidak hanya itu, Qoyum juga menyebut pihak LPPM telah menyediakan videotron sebagai bentuk antisipasi ketika gedung tersebut penuh. Sementara itu, menurut pantauan ARENA di lapangan, videotron hanya tersedia di samping panggung ruang utama gedung MP. Sehingga mahasiswa yang berada di luar gedung tidak mendapatkan fasilitas yang memadai.
“Yang di depannya persis itu kan kami sediakan videotron, sudah kita antisipasi itu seandainya (mahasiswa, Red.) tidak bisa masuk semua,” pungkasnya.
Lebih jauh, menurut Reza, acara pembekalan KKN harusnya bisa dikemas lebih kondusif karena dapat memberikan efek yang signifikan dalam menjalankan program KKN. Pasalnya, acara tersebut merupakan bentuk pemberian stimulan dan motivasi terhadap peserta KKN.
Reporter Rizqina Aida | Redaktur Ridwan Maulana