Menuntut Ruang Demokrasi di Papua Barat

Massa dari Aliansi Mahasiswa Papua menuntut dibukanya demokrasi untuk Papua Barat.
Massa dari Aliansi Mahasiswa Papua menuntut dibukanya demokrasi untuk Papua Barat.

Lpmarena.com, Sekitar tiga pulahan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi demonstrasi di depan Asrama Mahasiswa Papua, Jl. Kusumanegara, Selasa (19/5). Aksi tersebut berangkat dari pertimbangan situasi Papua Barat yang sudah dalam keadaan darurat. Hak-hak untuk menyampaikan pendapat merasa dibungkam, tepatnya pada 30 April – 1 Mei 2015 aksi mahasiswa di Papua dalam rangka ‘mengutuk’ penyerahan Papua terhadap UNTEA dibubarkan dan para aktivis pun ditangkap.

Mikael, juru bicara pada aksi tersebut menjelaskan beberapa tuntutan demonstran, yaitu menuntut agar ruang demokrasi di tanah Papua dibuka selebar-lebarnya, karena di Papua masih terjadi pembugkaman untuk meyampaikan pendapat.

“Kemarin sekitar dua ratusan aksi mahasiswa di Papua dibubarkan dan ditangkap hanya karena melakukan aksi,” ungkap Mikael.

Kemudian mereka juga mendukung United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) untuk segera didaftarkan ke konferensi tingkat tinggi Melanesian Sphearhead Group (MSG) pada 28 Mei 2015 mendatang. Sebagai langkah melindungi etnis Melanesia di Papua sebagai suku asli Papua. ULMWP merupakan wadah bagi para pejuang papua dan merupakan gabungan dari tiga organisasi pejuang Papua.

Dalam aksi tersebut mereka memberi imbauan kepada daerah-daerah yang memiliki ras Melanesia seperti Papua New Guinea, Vanuatu, Fiji, Solomon Island, dan New Caledonia. Agar ikut bersuara demi membebaskan ras Melanesia di Papua Barat.

Mikael juga mengatakan bahwa mereka akan terus melakukan pengawalan sampai tanggal 28 Mei 2015. Sebagai langkah mendukung rencana pedaftaran tersebut. Aksi tersebut mendapat pengamanan dari aparat kepolisian, bahkan beberapa personil sudah ditempatkan pula di beberapa titik guna mengantisipasi apabila demonstran bergerak.

Nanang, Kapolsek UmbuL Harjo menjelaskan, selain menjaga di lokasi berlangsungnya aksi. Pihaknya juga sudah melakukan pengamanan di Titik Nol KM. “Untuk persiapan apabila massa aksi mengarah kesana,” ujarnya. Nanang juga menjelaskan sejauh ini aksi masih berjalan damai. (Mujaeni)

Baca juga  Militerisme Masa Kini

Editor: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of