Profesi Jurnalistik di Era Cyber Media

Profesi Jurnalistik di Era Cyber Media

Kuliah umum mahasiswa KPI 2013.
Kuliah umum tentang profesi jurnalistik di era cyber media mahasiswa KPI.

Lpmarena.com, Kamis (27/05) mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN SUnan kalijaga menyelenggarakan kuliah umum di teatrikal Fakultas Dakwah kali ini mengangkat tema “Profesi Jurnalistik di Era Cyber Media” dengan narasumber Chaidir selaku redaktur Koran Harian Kedaulatan Rakyat. Kuliah umum yang diwajibkan untuk mahasiswa KPI angkatan 2013 dan 2014 ini dimulai pukul 08.00-13.00 WIB.

Memasuki sesi tanya jawab, tiga orang mahasiswa melontarkan pertanyaannya. Wulan salah satunya, mahasiswi semester IV jurusan KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menanyakan pendapat Chaidir selaku narasumber tentang independensi media massa. Dimana menurut Wulan, ia sangat setuju dengan perkataan narasumber bahwa seorang jurnalis harus paham tentang jurnalistik serta Undang-undang (UU) Pers. Namun, semakin mahasiswa mempelajari jurnalistik, mempelajari analisis framing, analisis wacana, dan sebagainya serta memahami UU Pers, mahasiswa justru semakin merasa dibodohi oleh media.

Menurut Wulan, media justru menunjukan kepentingan terselubung pada pemberitaan dan informasi yang dipublikasikan oleh media itu sendiri, serta menampakan keberpihakannya. Wulan juga menanyakan tentang nasib media cetak di era cyber media. Apalagi menurutnya cyber media pada saat ini sangat berkembang pesat, serta informasi lebih cepat sampai ke publik melalui cyber media dibandingkan media cetak.

“Apakah mungkin akan ada masa dimana media cetak hilang ditelan masa karena tergantikan oleh cyber media?” Begitu Wulan mengakhiri pertanyaannya. Chaidir mengatakan, menurutnya bagaimana media massa menyampaikan berita atau informasi itu tergantung kepada pimpinan media massa tersebut. Ia juga mengatakan seharusnya orang yang menjadi pimpinan pun harus yang memahami jurnalistik serta pers dan undang-undangnya.

“Teman-teman mahasiswa akan tahu sendiri ketika teman-teman bekerja pada media massa nantinya,” katanya. Chaidir menjelaskan untuk saat ini media cetak masih bertahan. Kalau masalah nasib media cetak kedepannya tergantung waktu yang menjawab.

Baca juga  Struktur Pengurus LPM ARENA 2015-2016

“Kalau toh suatu masa media cetak akan tergantikan posisinya, setidaknya kita akan paham bagaimana media cetak dan cyber media punya karakter yang berbeda dalam menyampaikan informasi,” tambahnya. (Wulan Agustina Pamungkas)

Editor: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of