Sejarah Lisan dalam Seni Pertunjukan

Sejarah Lisan dalam Seni Pertunjukan

Seni pertujukan yang ditampilkan oleh teman-teman SKI.
Seni pertujukan “Sejarah Lisan” yang ditampilkan oleh mahasiswa-mahasiswa SKI.

Lpmarena.com, Kamis (28/05), mahasiswa Sejarah Kebudayan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga mengadakan pementasan karya seni dan drama. Acara ini merupakan implementasai dari mata kuliah Sejarah Lisan di SKI konsentrasi budaya yang diadakan di ruang 109 Fakultas Adab.

Acara ini merupakan bentuk lain dari tradisi lisan yang sekarang mulai ditinggalkan. “Untuk mengangkat tradisi lisan menjadi seni pertunjukan,” ujar Agus Mahfud sebagai ketua panitia. Dia juga mengatakan bahwa acara ini dipersiapkan selama dua bulan. Pendanaan bersumber dari mahasiswa dan beberapa dosen sendiri. Dia menambahkan pertujukan kali ini merupakan hasil keprihatinan mahasiswa SKI melihat Fakultas Adab terutama jurusan SKI yang minim acara.

“Saya sangat mengapresiasi dengan adanya acara ini,” ujar ketua jurusan SKI Himayatul Hidtidaiyah saat memberi sambutan. Dia juga berpesan bahwa tradisi lisan penting untuk dilestarikan tetapi tradisi menulis jangan sampai dilupakan untuk mahasiswa.

Dosen Sejarah, Lisan Fatiyah sebagai promotor dari acara ini mengatakan bahwa inspirasi acara ini merupakan hasil pengamatannya dari hasil mengajar mata kuliah tradisi lisan. “Saya melihat bakat-bakat yang luar biasa dari mahasiswa untuk menampilkan tradisi lisan dalam bentuk yang beda,” ujarnya dengan penuh semangat.

Fatiyah menambahkan bahwa acara ini sebagai catatan sejarah untuk jurusan SKI, karena merupakan acara yang pertama dari jurusan SKI yang merepreprentasikan mata kuliahnya kususnya budaya menjadi seni pertunjukan. ”Hal ini sangat luar biasa dan saya sangat senang dengan adanya acara ini,” ujar dia saat mengungkapkan kegembiraannya.

Acara ini menampilkan seni musik tradisional, puisi, dan drama yang dihasilkan dari tradisi lisan yang ada, seperti cerita-cerita tentang Sunan Kalijaga dalam mengartikan arti filosofis lagu “Lir-ilir” semuanya dipadukan dengan baik. Bukan itu saja, acara ini bertambah meriah ketika Ceng Romli dan kawan-kawan serta para senior dari SKI seperti Mumun dari Sanggar Nuun menampilkan musiknya di sela-sela acara inti.

Baca juga  BEM-F Ushuluddin Gelar Seminar Nasional

Salah satu mahaiswa Fiki Aliando mengatakan bahwa acara ini merupakan hasil representasi dari cinta budaya Indonesia yang sekarang mulai digerus oleh budaya kaum kapitalis barat. “Hal ini sangat bagus untuk melestarikan tradisi lisan bangsa kita yang ditampilkan teman-teman dari konsentrasi budaya SKI,” ujar Fiki. (Doel Rohim)

Editor: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of