Trauma Masyarakat Terhadap Aparat dalam Film “Njuk Piye?”

Lpmarena.com, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jamaah Cinema Mahasiswa (JCM) bersama Teater Eska melangsungkan peluncuran film berjudul Njuk Piye? di Gelanggang UIN Sunan Kalijaga, Selasa (2/06) malam lalu. Film karya Sutradara, Buyung Isparmadi tersebut menyuguhkan kisah sederhana berdurasi sekitar 6 menit. “Memang proses pembuatannya saya pengen cepat, pengen simpel, dan enggak usah mikir nontonnya,” ungkap Buyung.

Film tersebut menceritakan kisah dua orang_diperankan Sopyan dan Surya_sedang ketakutan lantaran melihat polisi melintas dan tiba-tiba berhenti di tempat mereka memarkirkan sepeda motor. Meskipun sepeda motor tersebut milik salah satu dari mereka, namun mereka enggan mengambil karena takut ditanyai tentang surat kendaraan. Sehingga mereka memilih untuk bersembunyi di semak-semak dan menunggui sampai polisi itu pergi meninggalkan sepeda motor mereka.

Lewat film tersebut, Buyung mencoba memperlihatkan fenomena yang banyak terjadi di masyarakat yaitu ketakutan masyarakat dengan aparat kepolisian. “Memang ada orang yang traumatik sama polisi. Weruh polisi wedi (lihat polisi takut),” ungkapnya menjelasan saat sesi diskusi berlangsung.

Ketakutan yang dijelaskan Buyung mendapat tanggapan berbeda dari Khusni Hajar, salah satu penonton. Ia melihat setting tempat di persawahan kurang tepat digunakan untuk menggambarkan hal tersebut. “Kalo aku lihat kan ini ketakutan yang konyol yah, biasanya kan ke sawah memang gak bawa SIM dan STNK.” Namun demikian, Buyung tetap berujar, ketakutan itu bersifat wajar.

Dalam sesi diskusi, Yunus, penonton lain mengomentari proses pengambilan gambar oleh Director of Phothography (DOP) dalam film tersebut. Ia mengkritisi ketika layar menampilkan sebuah sepeda onthel yang tidak fokus. (Ulfa)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Baca juga  Issue dan Kisah Sintren

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of