Biaya Semester Mahal, Mahasiswa ES Adakan Audiensi

Biaya Semester Mahal, Mahasiswa ES Adakan Audiensi

Lpmarena.com, Mahasiswa Ekonomi Syari’ah (ES) semester tujuh mengadakan audiensi dengan pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) terkait pembayaran Sumbangan Penunjang Pembelajaran (SPP) yang dinilai begitu mahal. Audiensi yang dihadiri sekitar lima puluh mahasiswa Ekonomi Syari’ah ini bertujuan agar pihak fakultas mau menurunkan biaya semester tujuh senilai 1,6 Juta tersebut.

Ada tiga pertanyaan yang diajukan mahasiswa kepada pihak fakultas. Pertama meminta kejelasan biaya semester tujuh. Kedua, meminta kejelasan praktikum yang belum terlaksana. Ketiga, meminta kejelasan praktikum dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang akan dilaksanakan di semester tujuh ini. “Tolong jelaskan pada kami,” kata Rima, selaku koordinator audiensi.

Dekan FEBI, Ibnu Qizam mengatakan bahwa rincian biaya pada semester tujuh ini sudah dapat diketahui sejak mahasiswa mendaftar. “Jadi nggak perlu kaget,” katanya. Qizam juga menjelaskan ada beberapa kendala yang membuat praktikum belum terlaksana. Salah satu kendalanya adalah akses internet yang kurang memadai. “Ini urusan sistem dan administratif, jadi agak ruwet,” terangnya.

Menanggapi pertanyaan praktikum yang belum terlaksana, Qisam mengatakan bahwa semuanya akan dilaksanakan di semester tujuh ini. Terkait PKL, akan disesuaikan dengan kebutuhan Prodi. “PKL-nya bisa berbentuk magang di instansi atau berbentuk company visite.”

Selain mengajukan pertanyaan, mahasiswa mengajukan tawaran ke pihak fakultas. “Jika biaya semester tidak bisa turun, kami meminta agar dana praktikum yang belum terlaksana dialihkan kepada biaya semester ini saja,” ujar Rima. Dana praktikum yang belum terlaksana berjumlah 900 ribu rupiah. Rima juga menerangkan bahwa jika semua praktikum yang belum terlaksana dilaksanakan di semester tujuh, akan sangat tidak efektif. “Kita waktunya ngerjain skripsi, kok masih disibukkan praktikum,” tambahnya.

Baca juga  Pemberontakan Kaum Budak di Negeri Budak

Namun, tawaran tersebut tidak diindahkan oleh pihak fakultas. Misnaen selaku Wakil Dekan II mengatakan bahwa dana yang sudah masuk ke sistem keuangan tidak bisa seenaknya dirubah. “Bisa saja dirubah dengan melakukan revisi, namun itu membutuhkan waktu yang lama,” ungkap Misnaen.

Audiensi yang dilaksanakan hari Kamis (6/8) tersebut berakhir dengan kekecewaan mahasiswa karena SPP semester tujuh tidak diturunkan. (Imroatus Sa’adah)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of