Tahun Ajaran Baru, FEBI Pakai Dua Kurikulum

Lpmarena.com, Tahun 2015 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka Program Studi (Prodi) baru, Akuntansi Syariah. Ahmad Bunyan Wahib, selaku penanggungjawab akademik FEBI mengatakan hal tersebut berimbas pada kurikulum salah satu Prodi di FEBI. “Dikarenakan ada Prodi baru Akuntansi Syariah kami mereview kurikulum Perbankan Syariah,” ungkapnya, pada Senin (10/08) lalu.

Ahmad Bunyan Wahib juga menjelaskan saat ini FEBI menerapkan dua kurikulum, yakni kurikulum 2013 dan kurikulum 2015. Pemberlakuan kedua kurikulum tersebut diatur dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: UIN.02/DEB.1/99.03.1/654/2015. Kurikulum 2013 diperuntukkan kepada mahasiswa lama, mulai angkatan 2012 hingga 2014. Sedangkan untuk mahasiswa baru menggunakan kurikulum 2015.

Perbedaannya kedua kurikulum terlihat pada konsentrasi keduanya. “Kurikulum 2013 lebih menekankan manajemen Perbankan Syariah, kami tidak ingin ada dua prodi dengan konsentrasi yang sama,” jelas Ahmad Bunyan Wahib.

Perubahan SKS pada Mata Kuliah

Selain berbeda konsentrasi, kedua kurikulum juga memiliki perbedaan pada jumlah Sistem Kredit Semester (SKS). Ahmad Bunyan melanjutkan, untuk tahun ini pihak fakultas tidak lagi menggunakan sistem Kerangka Kurikulum Nasional (KKN) yang mana penilaian diambil dari portopolio-portopolio, tidak ada peniliaian UTS dan UAS. Namun pihak Universitas belum menyetujui. Akhirnya Fakultas memutuskan kembali dengan SKS kecil, ditakutkan terjadi masalah dalam semester pendek dan manajemen pengaturan ruang.

“Terkait penghapusan SKS besar ini apabila dalam semester pendek kalian dihadapankan dengan tidak sempat mengambil SKS besar seperti 8 SKS, dikarena batas maksimal pelaporan ke dikti total 28 SKS. Semisal kalian dalam satu semester, apabila di semester reguler sudah mengambil 24 maka hanya sisa 4 jadi tidak bisa. Kecuali kalian dalam semester reguler hanya mengambil 20 SKS,” jelas Ahmad panjang lebar.

Baca juga  Pentingnya Penasihat Syariah bagi Produk Perbankan Syariah

Dalam kurikulum 2015, pihak fakultas membekali mahasiswa dengan dasar agama ini pada semester awal perkuliahan, kemudian di semester selanjutnya fokus pada bidang prodi masing-masing. Hal ini menurut Ahmad merupakan imbas dari pengecilan SKS karena dalam suatu matakuliah ada beberapa matakuliah bersyarat. (Dewi Anggraini)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of