Salah Paham Terkait UKT di FAIB

Lpmarena.com, Asap hitam mengepul pekat di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FAIB) akibat pembakaran ban yang dilakukan oleh massa Aksi Aliansi Mahasiswa UIN Suka (AMUK), Senin (7/9). Adanya salah paham antara AMUK dengan pihak Fakultas Adab mengenai permintaan data Biaya Kuliaah Tunggal (BKT) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) mengakibatkan adanya demo.

Demo dilatar belakangi permintaan data yang kemarin telah disepakati oleh pihak rektorat tidak direspon oleh pihak dekanat yang salah satu tuntutannya meminta untuk transparansi anggaran masing-masing jurusan yang ada di FAIB.

“Kami kemarin Kamis dan Jumat sudah meminta data BKT dan BOPTN, tapi dari pihak Wakil Dekan II Nurdin selalu mengatakan belum ada. Hingga hari Jumat pun kita belum mendapatkan data tersebut,” ujar Tazam dari massa AMUK.

Senada dengan Tazam, Viki Artiando Putra salah satu perwakilan dari mahasiswa Fakultas Adab yang mengikuti audiensi di rektorat mengatakan kekecewaannya. “Saya antara puas dan tidak, karena adanya miss komunikasi antara masa aksi dan pihak dekanat,” ujarnya.

Menanggapi ini, Zamzam Afandi selaku dekan FAIB mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah paham antara wakil dekan II yang tidak mengikuti rapat di rektorat. “Kami sudah memberikan permintaan mahasiswa mengenai data-data yang diminta dan sudah bisa diambil dikajur masing-masing,” tegas Zamzam.

Selain itu, pihak dekanat juga berjanji akan segera melakukan validasi terhadap mahasiswa baru yang UKT-nya tidak sesuai dengan pendapatan orang tua. Salah satu massa aksi dari mahasiswa baru bernama Wika Nuurmaysyah Putri mengungkapkan kegelisahannya mengenai validasi UKT ini.

“Saya mendapat UKT 3, ayah saya petani karet pendapatan orang tua saya satu juta tiga ratus, sementara orang tua saya masih menghidupi empat anak semua yang semuanya masih sekolah semua, saya mohon perhatiaan bapak (dekanat),” ujarnya dengan diiringi isak tangis.

Baca juga  Jelang Pembayaran, UKT Semester Sembilan Belum Dipastikan

Adapun tuntutan lainnya dari massa aksi adalah adanya intervensi dari pihak dosen yang memberikan ancaman akademik terhadap mahasiswa yang melakukan pengawalan terhadap UKT. (Doel Rohim)

Editor: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of