Tuntut Reformasi Agraria di Hari Tani

Lpmarena.com, Liberalisasi ekonomi yang sedang terjadi di pemerinahan Jokowi-JK mengakibatkan banyak kekayaan alam di Indonesia dikuasai investor asing. Inilah yang menjadi latar belakang aksi di pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Senin (21/09) lalu. Aksi ini digelar sebagai momentum reformasi agraria di Hari Tani Nasional ke-55.

Fatur Asroel, Koordinator umum aksi menyebutkan salah satu tuntutan aksi tersebut adalah lawan liberalisasi ekonomi, yang ditandai dengan keluarkannya kebijakan-kebijakan yang selalu memojokan rakyat, khususnya dalam tatanan ekonomi. “Salah satu efek dari kebijakan liberalisasi ekonomi salah satunya adalah penggusuran lahan di Kulon Progo, pembangunan pabrik semen di Rembang, Pati, dan Urut Sewu,” ujar Fatur.

Selain itu, masa aksi juga menuntut untuk pemerintah segera menyelesaikan konflik-konflik agraria. Dan mengembalikan semua kekayaan alam yang semestinya digunakan untuk kesejahteraan rakyat. “Kekayaan alam Indonesia dikuasai oleh banyak perusahaan asing, seperti PT Freeprot merupakan bukti carut marutnya kondisi agraria Indonesia,” tambah Fatur.

Aksi kali ini merupakan aksi serentak yang diadakan di seluruh Indonesia menyambut Hari Tani. Aksi yang digawangi Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) cabang Yogyakarta itu juga menawarkan jalan keluar untuk pemerintah, salah satunya adalah reformasi agraria sejati dan normalisasi aset-aset vital negara di bawah kontrol rakyat. (Doel Rohim)

 

Editor : Ulfatul F

Komentar

komentar

Baca juga  Aksi APMP diwarnai Baku Hantam

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of