Home - Enigma 23 Tahun Sanggar Nuun

Enigma 23 Tahun Sanggar Nuun

by lpm_arena

Lpmarena.com, Sanggar Nuun merupakan komunitas kesenian sekaligus duta resmi kebudayaan Badan Otonomi Mahasiswa (BOM) Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Suka. Sejak kelahirannya di Kaliurang 23 tahun yang lalu, Senin (26/10) Sanggar Nuun tepat merayakan hari jadinya. Bertempat di Parkiran Terpadu Fakultas Tarbiyah UIN Suka, warga Sanggar Nuun dan tamu undangan melakukan tasyukuran, tahlilan, doa bersama, dan pemutaran video.

Tema dari ulang tahun ke-23 Sanggar Nuun tahun ini adalah Enigma Sebuah Bahtera. “Enigma adalah teka-teki. Di Sanggar Nuun banyak teka-teki yang belum terpecahkan,” kata Sohibul Hidayat, ketua Sanggar Nuun.

Ia menambahkan, syukuran ini selain menjadi arena silang saling srawung bagi segenap yang hadir juga wadah pemecahan enigma. Enigma berawal dari kegelisahan bersama warga Sanggar Nuun selama berproses. Salah satu prosesnya, selama delapan bulan sudah Sanggar Nuun melakukan Pesantren Sastra IV. Ini merupakan salah satu enigma dalam membaca, menulis, dan berbicara. Di mana masalah komunikasi menjadi titik tolaknya. “Berbicara nantinya lebih bisa menikmati, karena sekarang kebanyakan berbicara dengan gadget,” tambah Sohibul.

Bagi Huda, warga Sanggar Nuun mengungkapkan enigma berarti bahwa Sanggar Nuun di usianya yang ke-23 tidak kehabisan teka-teki. Terus menggali dan menjadi sumur tanpa dasar dalam berkarya. “Sanggar Nuun menghargai proses, bukan pentas. Intinya, berani melakukan sesuatu yang berbau kreatifitas,” katanya.

Keberanian dalam kreatifitas berenigma ini diamini M. Badrul Munif dan Misbachul Munir, warga sanggar. “Tetap merah yang benar merah,” ujar Munif. “Tetep mbalela,” ujar Munir. (Isma Swastiningrum)