Night Train to Lisbon: Perjalanan Mencari Jati Diri

Night Train to Lisbon: Perjalanan Mencari Jati Diri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Lisbon menjadi saksi perjalanan seorang guru sejarah dalam pencarian jati diri. Tidak hanya pencarian jati diri saja, namun Raimund Gregorius (Jeremy Irons) guru dari Swiss tersebut ingin mencari tahu kehidupan seorang penulis buku bernama Amadeu De Almeida Prado (Jack Huston).

Cerita bermula ketika Raimund menyelamatkan seorang wanita yang akan bunuh diri dari jembatan kota Bern, Swiss. Oleh Raimund, wanita itu diajak untuk masuk kelas tempat sehari-hari ia mengabdi. Namun, tidak berapa lama, wanita itu keluar dan meninggalkan jas merahnya.

Raimund tidak mengetahui kemana wanita tersebut pergi. Ia keluar kelas dan mencoba mencari wanita tersebut. Sembari menenteng jas merah milik wanita tersebut, Raimund menemukan buku berjudul Um Ourives das Palavras dari dalam saku jas. Buku itu merupakan uraian kejadian dan pemikiran Amadeu pada masa pemerintahan diktator Antonio Salazar.

Raimund tidak berhasil menemukan wanita tersebut. Namun, buku yang ia temukan membuatnya penasaran dan ingin mengetahui kehidupan Amadeu. Tanpa sengaja sebuah tiket kereta api tujuan Lisbon terjatuh dari dalam buku itu. Spontanitas, Raimund masuk ke gerbong kereta api malam tujuan Lisbon dan mencoba meninggalkan kehidupannya yang monoton.

***

Amadeu De Prado hidup di masa pemerintahan Salazar pada tahun 1940 hingga 1974. Ia ingin menjadi penulis sekaligus ahli filsafat. Ia senang membaca buku-buku terlarang ketika muda. Namun, akhirnya ia menjadi seorang dokter. Bersama adiknya, Adriana, ia membuka klinik pengobatan di rumahnya.

Ketika pidato kelulusan, Amadeu menyampaikan pidato anti pemerintahan. Padahal keluarga Amadeu pro pemerintahan. Ayahnya adalah seorang hakim yang tidak pernah berpihak kepada Amadeu.

Suatu malam, seorang polisi rahasia Portugal bernama Ruiz Mendes yang sering melakukan pembantaian dipukuli oleh warga hingga pingsan. Sebagai seorang dokter, Amadeu segera melakukan pertolongan pertama untuk menyelamatkan Ruiz. Nyawa Ruiz pun tertolong. Namun bagi warga, hal yang dilakukan Amadue salah. Sehingga warga membenci Amadeu karena menolong seorang pembantai Lisbon.

Baca juga  Praktik Cyber, Asah Kepekaan Sosial Mahasiswa

Potongan-potongan kehidupan Amadeu yang bermunculan melalui alur maju-mundur memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi pada Amadeu di masa itu. Potongan kehidupan tersebut Raimund temukan melalui cerita orang-orang yang ia temui. Ia bertemu Joao Eca (Tom Courtenay) seorang revolusioner yang mendapat kekejaman Ruiz karena tidak mau membocorkan informasi rahasia.

Sejak bersekolah di Belizia, Amadeu memiliki sahabat karib bernama Jorge (August Diehl). Jorge berteman dengan Joao Eca. Ia yang memperkenalkan Joao Eca kepada Amadeu. Berjalannya waktu mereka bertiga memiliki satu tujuan dalam melakukan revolusi melawan rezim kediktatoran. Kata Amadeu: “Saat kediktatoran adalah kenyataan, Revolusi adalah kewajiban”

Dalam film ini Raimund berfikir kehidupannya tidak semenarik kehidupan Amadeu yang penuh dengan tantangan. Ia berharap kehidupan dan eksistensinya dapat berubah. Ia mencoba menemukan jati diri dengan cara mempelajari kehidupan Amadeu.

Kata-kata filsafat yang berasal dari buku, dibawakan dengan baik di dalam film yang diadaptasi dari sebuah novel filosofis karangan Pascal Mercier ini. Namun hal yang kurang adalah minimnya pendeskripsian kehidupan di masa kediktatoran Salazar. Konflik negara dengan pejuang revolusi kurang ditampilkan dalam film ini.

Judul Film: Night Train to Lisbon │Sutradara: Bille August │ Durasi: 110 menit │Tahun: 2013 │ Pemeran: Jeremy Irons, Melanie Laurent, Jack Huston

 

Alifah Amalia, mahasiswi Saintek yang masih mencari jati diri.

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of