Tolak Represifitas Terhadap Petani

Lpmarena.com, Puluhan aksi massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Solidaritas Tolak Pembangunan Bandara (GESTOB) menggelar aksi long march dan aksi teatrikal. Aksi tersebut mengangkat tema besar “Tolak Pembangunan Bandara dan Mengecam Keras Tindakan Represifitas Terhadap Petani Temon Kulonprogo”. Aksi dilakukan dari Jalan Abubakar Ali menuju DPRD Yogyakarta dan berakhir di kantor gubernur Yogyakarta, Jumat (19/2).

Pada tanggal 16 Februari lalu di Kulonprogo sebanyak seribu aparat gabungan melakukan tindakan represifitas terhadap petani yang mengakibatkan sedikitnya 15 korban luka-luka. Beberapa barang milik petani seperti motor dan bibit tanaman di pekarangan rusak akibat aparat memaksa dan main kekerasan.

“Kami berharap aparat jangan sekali-kali melakukan tindakan represifitas terhadap rakyat, karena aparat tidak mempunyai wewenang atas hal itu,” ujar Hendra kordinator umum aksi.

Massa aksi menggelar orasi politik dan teatrikal sebagai wujud aksi penolakan tindakan represifitas terhadap petani Kulonprogo di depan gedung DPRD Yogyakarta. Niatnya, massa aksi melakukan negosiasi dan meminta statement dari anggota dewan untuk melakukan tindak lanjut atas pelanggaran HAM yang dilakukan di Kulonprogo. Namun, dari anggota dewan enggan menemui massa aksi.

Aksi dilanjutkan di depan gedung gubernur Yogyakarta. Massa aksi turut memblokade Jalan Malioboro dengan membacakan tuntutan-tuntutan serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan. “GESTOB akan terus mengawal proses pembangunan bandara. Setelah ini kami juga menyusun kerja-kerja untuk mengawal petani agar petani tidak sendiri memperjuangkan hak-haknya,” tambah Hendra.

Dalam aksi tersebut massa aksi mengecam serta mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan aparat-aparat terhadap para petani di Kulonprogo. “Ketika terjadinya represifitas aparat dan pematokan lanjutan lagi, di Indonesia khususnya di Yogyakarta akan ada pemboikotan besar-besaran,” ujar Arsyad, salah satu massa aksi.

Baca juga  Aparat Jangan Represif!

Magang: Ajid Fuad Muzaki

Redaktur: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of