LGBT Perspektif Ekopol

Oleh: A. Maghrib*

Berbicara tentang Indonesia tentunya tak pernah terlepas dari isu-isu yang berkembang menjadi bualan, menuju sampah peradaban. Dalam beberapa aspek penting, Indonesia selalu kecolongan dan berdampak pada penderitaan yang berkepanjangan. Masyarakat Indonesia yang tergolong reaksioner dalam menanggapi setiap persoalan, alhasil hanya menimbulkan kekecewaan karena perkembangan persolan tak pernah terselesaikan dan terhentikan.

LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) belakang ini menjadi isu yang sangat tidak penting. Banyak yang terjebak dalam isu ini, ada yang pro dan kontra dengan beberapa alasan penguat masing-masing. Yang kontra dengan alasan SARA, yang pro dengan alasan demokrasi, entah di mana ketemunya hal tersebut. Karena isu LGBT ini adalah isu yang tidak penting tentunya penulis juga tergolong orang yang tidak penting, karena mau-maunya mengorbankan waktu ngopi untuk menulis hal yang tidak penting. Tapi tak apalah.

Tentunya segala sesuatu tak pernah terlepas dari unsur-unsur Ekonomi Politik (Ekopol) demikian juga dengan maraknya LGBT di Indonesia. Misalnya melihat mikro historis dari maraknya LGBT di Indonesia bebarengan dengan isu Freeport di tataran nasional dan pembangunan bandara di lokal Yogyakarta, atau bagaimana posisi Indonesia di tengah persaingan pasar bebas internasional dan krisis ekonomi.

Melihat munculnya isu LGBT yang muncul hampir bebarengan dengan ketetapan perpanjangan kontrak  Freeport dan pembangunan bandara di Kulonprogo, aneh rasanya kenapa LGBT booming ditengah mega proyek Amerika dan mega proyek negara. Kalau bahasanya Antonio Gramsci seperti ada unsur hegemoni atau dominasi oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainya, dengan atau tanpa kekerasan. Sehingga ide-ide yang didiktekan oleh keolmpok dominan terhadap kelompok yang didominasi dapat diterima. Namun di sini LGBT bukanlah yang menjadi pelaku hegemoni, karena LGBT adalah isu-isu yang muncul di permukaan dalam artian bukan kelompok yang dominan. Namun di sini LGBT menjadi alat hegemoni dari kelompok dominan untuk kepentingan tertentu. Bisa diartikan LGBT hanyalah sarana hegemoni untuk menutupi atau menghilangkan jejak kasus Freeport dan pembangunan bandara di Kulonprogo, yang mengakibatkan fokus dari masyarakat adalah seputar LGBT.

Teori kependudukan

Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Thomas Robert Maltus berdalil “bahwa jumlah penduduk cenderung untuk meningkat secara geometris (deret ukur), sedangkan kebutuhan hidup riil dapat meningkat secara arismatik (deret hitung)”. Menurut Maltus ada beberapa faktor pencegah yang dapat mengurangi kepincangan terhadap perbandingan antara penduduk dan manusia yaitu dengan jalan :

  1. Penundaan masa perkawinan
  2. Mengendalikan hawa nafsu
  3. Pantangan kawin
  4. Positive checks (faktor yang menyebabkan bertambahnya kematian)

Menarik rasanya memandang LGBT menggunakan teori kependudukan Maltus,  jika jumlah penduduk semakin meningkat maka kebutuhan hidup cenderung akan meningkat. Seperti yang kita tahu Indonesia adalah salah satu negara yang berpenduduk terbanyak. Peringkat keempat dalam hal pertumbuhan penduduk, otomatis kebutuhan hidup juga meningkat. Mungkin LGBT ini adalah salah satu jalan alternatif dari pencegahan jumlah penduduk, melihat faktor pencegah yang ditawarkan Maltus tak menjadi jawaban.

Nah, dengan adanya LGBT maka tidak akan menghasilakan keturunan atau anak, karena tidak mungkin beteng ketemu beteng akan menghasilkan embrio, begitu juga sebaliknya dengan wanita. Dalam artian pertambahan penduduk tentunya akan sedikit begitu juga dengan kebutuhan penduduk. Mungkin ada baiknya juga LGBT di tengah krisis ekonomi dan persaingan bebas.

Bagaimanapun juga LGBT adalah isu yang sangat tidak penting, karena gara-gara maraknya isu LGBT kasus besar Freeport terabaikan. Begitu juga pembangunan bandara di Kulonprogo.

Biarlah, Diamkan saja isu LGBT nanti pasti akan tenggelam.

*Penulis semoga bukan LGBT.

Komentar

komentar

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of