Menengok Manajemen Ekspedisi Leuser Mapalaska

Lpmarena.com, Ekspedisi Leuser merupakan salah satu agenda besar dari Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Kalijaga (Mapalaska) yang usai dilakukan sejak bulan November 2015 lalu. Talkshow mengenai pendakian tersebut dilaksanakan Mapalaska di Teatrikal Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, Jumat (26/2). Talkshow membicarakan mengenai proses, manajemen, dan hasil selama ekspedisi oleh tim atlet selaku pelaku ekspedisi.

Pendakian Gunung Leuser sendiri dilaksanakan selama 14 hari dengan persiapan fisik selama dua bulan. Selain latihan fisik juga ada gladi resik pra pendakian selama enam hari di Gunung Slamet. Di Gunung Slamet tim ekspedisi mengambil jalur Baturaden yang jalurnya lama, tidak lewat jalur Bambangan yang satu hari bisa sampai ke puncak.

Di sini tim eskpedisi belajar memaksimalkan kondisi makanan dan lain-lain. “Di sana (Gunung Slamet—red) ekosistem dan hutannya hampir mirip Leuser, tapi beda jauh. Di Leuser itu tiap hari hujan. Beda di Slamet, kalau hujan ya gerimis,” kata  Abdullah Ramadhan, leader ekspedisi dalam acara talkshow.

Di manajemen logistik sendiri, Ayyi Muhti Nahdiyanti selaku koordinator menjelaskan, logistik lebih dipusatkan pada menglola dan merawat makanan selama mendaki. Ada beberapa tahap yang dilakukan, misalnya menggali informasi dan konsultasi. Juga pengetahuan tentang makanan apa yang mau dibeli.

Di ekspedisi ini, Ayyi mengakali persediaan logistik dengan penjadwalan makan. “Makan pagi yang berkalori. Makan siang snack berat, seperti roti, keju, dan lain-lain. Makan malam itu sedikit kalori,” kata Ayyi. Selain menjadwal, Ayyi juga melakukan manajemen logistik dengan menimbun. “Sistemnya itu pakai ditimbun. Kita timbun di empat pos,” ungkapnya.

Dalam menganalisis ekosistem di Gunung Leuser sendiri, metode yang digunakan Mapalaska adalah analisis dengan melihat ketinggian dan dominasi vegetasi yang ada. “Jadi kita jalan sambil mengamati sekitar kita. Dari pos A ke pos B, vegetasi yang mendominasi apa,” ujar Ulfa Marcelina, tim atlet bagian penelitian ekspedisi.

Baca juga  Nanang: Mapalaska Ke Luar, Bukan Ke Dalam

Reporter: Anis dan Isma

Redaktur: Swastiningrum

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of