Nanang: Mapalaska Ke Luar, Bukan Ke Dalam

Nanang: Mapalaska Ke Luar, Bukan Ke Dalam

Lpmarena.com, Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Kalijaga (Mapalaska) ganjil memasuki usianya yang ke-35. Tasyukuran dan yasinan bersama diadakan komunitas mahasiswa pegiat alam ini di belakang gedung Student Center, Sabtu (27/2). Meski diliputi cuaca hujan lalu gerimis, sejumlah tamu undangan dan dari berbagai UKM datang untuk merayakan.

Di ultah Mapalaska yang ke-35, Nanang selaku perwakilan dari Keluarga Alumni Mapalaska (Kapalaska)  mengatakan jika diumpamakan manusia, 35 tahun merupakan usia di mana produktifitas mulai menurun. Namun bagi organisasi, maka semakin tua, semakin berpengalaman.

Sejak kelahirannya di tahun 1981, umur 35 tahun membawa keunikan yang bagi Nanang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana jika ingin mempertahankan tradisi yang lama sudah tak bisa. “Kondisi beda. Tiga puluh lima tahun semakin matang, semakin dewasa, dan bisa menata diri,” katanya.

Penataan diri diwujudkan dengan pengabdian pada masyarakat. “Sederhananya ada keinginan Mapalaska bisa bermanfaat untuk umum. Setidaknya ke luar, bukan ke dalam. Apa yang bisa dilakukan dan berefek untuk masyarakat,” ujar Nanang.

Pengabdian masyarakat ini ditanggapi oleh Dedi Kistoyo ketua Mapalaska, sebagai dorongan bagi pengurus dan anggota. Hal ini selaras dengan tema ultah ke-35: Tumbuh dengan Akar, Maju dengan Langkah.

Pengabdian masyarakat seperti bakti sosial, penanaman pohon, atau kegiatan yang melibatkan masyarakat lainnya bisa ditingkatkan lagi. “Sebagai motivasi bagi pengurus agar melakukan agenda-agenda yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Dedi.

Reporter dan Redaktur: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Baca juga  Mengembalikan Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of