Karatagan Ciremai: Potret Kecil Diskriminasi dari Negara

Lpmarena.com, Film berjudul Karatagan Ciremai merupakan film yang disutradarai oleh Adi Mulyana. Sebuah film dokumenter yang mengangkat kehidupan seorang perempuan penganut Sunda Wiwitan yang merupakan agama minoritas di Jawa Barat. Pemutaran film diselenggarakan oleh Kampung Halaman selaku produser eksekutif bekerjasama dengan HMJ IKS di Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada Selasa (8/3).

Adi Mulyana selaku sutradara dan juga pembicara dalam acara tersebut mengungkapakan bagaimana pengamatannya sebelum film ini dibuat. Mulyana memaparkan bagaimana keterbukaan Sunda Wiwitan sebagai agama asli Jawa Barat. Mereka mampu menerima agama lain masuk seperti Hindu, Islam, dan Katolik pada abad 13 sampai 17.

Mulyana mempertanyakan mengapa Sunda Wiwitan mendapatkan perlakuan diskriminasi dari sebagian masyarakat maupun pemerintah dengan melibatkan institusi pendidikan dan keagamaan. Di situlah terjadinya intoleransi yang sangat masif yang dilakukan oleh negara. “Begitu berkembangnya intoleransi di negara ini, dan negara sebagai pelindung rakyat membiarkan intoleransi itu berjalan,” katanya.

Selain itu hadir juga Munawar Ahmad, dosen Fakultas Ushuluddin sebagai pembicara. Ia menyatakan bahwa persoalan negara yang harus melindungi hak-hak masyrakatnya itu sudah pasti harus dilakukan dan negara harus memberi pembinaan, tetapi tidak pada mengganti keyakinannya. “Akan tetapi bagaimana mereka yang ada di Sunda Wiwitan ini bisa diberdayakan dan bisa  memberikan kontribusi besar untuk peradaban di negaranya,” terang Munawar.

Magang: Rohmad Aditiya Utama

Redaktur: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Baca juga  Siti: Persoalan-Persoalan Hidup yang Asu

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of