Home SASTRAPUISI Buku Kain

Buku Kain

by lpm_arena
Print Friendly, PDF & Email

BUKU KAIN

 

“Anak kita Habel telah mampus.

Dia belum sempat membaca kisah-kasih kita, Adam.

Buku itu masih kusimpan.”

Kain yang menguping,

Melonjak kegirangan,

“Akulah yang pasti membacanya.”

 

Hawa memanggil Kain.

Diserahkan buku bersampul kain.

“Ini buku Kain. Buku ini untukmu Kain.”

Adam menyambung,

“Kertasnya mudah sobek,

Hurufnya mudah basah. Segeralah membaca.”

 

IBU, AKU INGIN

 

Ibu,

Aku ingin pulang

Ke mana saja

Asal jangan pada mereka.

Ibu,

Aku ingin cepat sampai ke rumah,

Lalu akan kulagukan kisah pahitku

Saat pakaianku dikoyak,

Dan ratusan tikam membunuh

Mimpi-mimpi yang pernah kuceritakan kepadamu,

Saat nafasku tak bergeming lagi

Menahan birahi mereka.

Hanya saja,

Sampai saat ini,

Aku masih tetap ingin.

Wairpelit, April 2016

 

PUTRA NIRON, tinggal di wisma St. Agustinus Ledalero. Giat di Komunitas Arung Sastra Ledalero (ASAL). Jika ingin menghubunginya bisa lewat akun facebook dengan nama akun Putra Niron atau email: putraniron@ymail.com; pu7raniron@gmail.com.