Film Pendek Sebagai Media Advokasi

Lpmarena.com, Sebuah karya film pendek, di luar fungsinya sebagai media hiburan juga sebagai alat advokasi dalam mengawal isu-isu perubahan sosial. Usaha tersebut coba dilakukan Ridho Nugroho, sutradara jebolan Jama’ah Cinema Mahasiswa (JCM) dalam film berjudul “Harti” yang dilaunching pada Jum’at siang di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga pada Jumat, (16/9).

Dyna Herlina, salah satu pemantik diskusi dalam acara yang bertema Nggawe Film, Njogo Kampung tersebut mengatakan, memproduksi film pendek sebagai media advokasi merupakan sebuah penentuan sikap dalam melihat isu, satu hasil tertentu , dan satu solusi tertentu. Dalam hal ini film advokasi sebagai alat mencoba mengintegrasikan video dengan sudut pandang analisis seorang sutradara atas pembacaan isu yang terjadi. Kemudian menuangkannya secara keseluruhan dalam sebuah produksi film. “Sehingga film tersebut memiliki impact terhadap campaign,” katanya.

Ridho menjelaskan, “Harti” lahir dari wacana maraknya pengalihfungsian lahan-lahan pertanian oleh para pemilik lahan, birokrasi, dan pemilik modal. Maraknya fenomena seperti kepasrahaan para petani yang memilih untuk menjual lahan pertanniannya kepada pemilik modal. Ataupun konflik kepemilikan tanah masyarakat dengan pemerintah di Jogja.

Dalam filmnya kali ini, para sineas akan menyaksikan Harti, sosok perempuan sebagai tokoh utama yang berusaha mempertahankan lahan pertaniannya. “Setelah ini, saya juga berharap para sineas dan para produsen mulai mengawal isu-isu lahan seperti ini,” harap Ridho.

Reporter: Syakirun Ni’am

Redaktur: Lugas Subarkah

Baca juga  Kusen Donny: Shot yang Prima dan Baik

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of

Send this to a friend