KOPRA Serukan Lawan Perampasan Tanah Rakyat

Spread the love

Lpmarena.com, Memperingati Hari Tani Nasional, Komite Perjuangan Rakyat (KOPRA) serukan lawan perampasan tanah rakyat untuk mewujudkan reforma agraria. Seruan ini disuarakan bersama dengan aksi long march yang dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali dan berakhir di Nol KM Jogja, Sabtu (24/09).

Aksi tersebut mengusung tema besar “Perkuat Persatuan Rakyat, Lawan Perampasan Tanah Rakyat Di Bawah Legitimasi Undang-Undang Keistimewaan (UUK) dan Laksanakan Reforma Agraria Sejati”.

Gofur selaku koordinator umum aksi menjelaskan bahwa selain memperingati Hari Tani Nasional, aksi ini juga ditujukan untuk mengajak seluruh masyarakat dan mahasiswa untuk bersolidaritas. Membentuk mobilisasi massa guna melawan  perampasan tanah rakyat.

“Mari seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa, kita bersatu melawan perampasan tanah rakyat,” ujar Gofur. Ia menambahkan pemerintahan Jokowi-JK harus mampu melaksanakan reforma agraria sejati sesuai UUPA tahun 1960.

Sudah 56 tahun sejak Hari Tani Nasional ditetapkan bagi Edo salah satu massa aksi, kaum tani di Indonesia masih jauh dari kata sejahtera. Masih banyak perampasan tanah rakyat dan persoalan pertanian yang tak pernah terselesaikan.

“Pemerintah harus mementingkan dan melindungi rakyat. Perampasan atas nama UUK harus dihentikan dan reforma agraria harus dilaksanakan. Supaya terciptannya rakyat yang sejahtera,” seru Edo dalam orasi politiknya.

Edo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melawan penggusuran di bawah legitimasi Undang-Undang Keistimewaan. “Mari kita bersatu untuk melawan penggusuran dan menegakkan keadilan seadil-adilnya,” tambah Edo.

Aksi diakiri dengan pembacaan tuntutan aksi, diiringi nyanyian lagu Darah juang.

Reporter: Ajid Fuad Muzaki

Redaktur: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of