Usut Tuntas Kasus Kejahatan Kemanusiaan di Indonesia

Lpmarena.com, Terbunuhnya Intan Olivia Marbun,  seorang anak tak berdosa akibat ledakan bom molotov di parkiran depan Gereja Kristen Oikumene, Kalimantan Timur memicu keprihatinan masyarakat luas. Merespon insiden tersebut,  Koalisi Masyarakat Untuk Udin (KAMU), Komite Bersama Reformasi (KBR), bersama berbagai Lembaga Pers Mahasiswa dan gerakan mahasiswa melakukan aksi bisu di Tugu Yogyakarta, Rabu (16/11).

Bangsa ini sedang mengalami disintegrasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang disertai gelombang bencana kemanusiaan, yang ditandai dengan matinya sisi kemanusiaan. Selain untuk kematian Intan, aksi tersebut juga dilakukan untuk mengenang kematian wartawan Udin, yang dibunuh dan sampai saat ini kasus tersebut belum tuntas

Ketika ditemui, Heron Koordinator Umum aksi menyatakan ada tiga tuntutan yang diajukan dalam aksi bisu tersebut. Pertama, Pemerintah melindungi segenap bangsa Indonesia. Tidak mengabaikan isu-isu kekerasan, isu-isu intoleransi. Kedua, Kepolisian mengusut tuntas kasus Udin dan motif di balik peledakan bom molotov di Gereja Kristen Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Dan ketiga, Mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama sama menegakkan Pancasila terutama sila kedua, yaitu sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengajak setiap warga negara Indonesia agar terus bergandengan tangan dan saling bahu membahu mencegah munculnya lagi korban yang berjatuhan dari tindak kekerasan dan kejahatan kemanusiaan.

Massa aksi mendesakan pemerintah Indonesia, untuk mengambil langkah serius untuk segera mengusut tuntas setiap kasus kekerasan atau kejahatan yang menyerang kemanusiaan secara jujur dan transparan, juga sesuai dengan hukum yang berlaku di negara Indonesia. “Untuk Udin akan ada aksi lanjutan, atau aksi 16-an. Menuntut pemerintah untuk menuntaskan kasus dan dalang pembunuhannya. Sedangkan untuk Intan, kita masih melihat perkembangannya, hingga polisi menemukan motif dari peledakan bom molotov,” ujar Heron.

Baca juga  Tuntut Keadilan untuk Udin, K@MU Gelar Aksi Diam

Bintang, Pimpinan Umum LPM Poros yang juga terlibat dalam aksi bisu menyatakan bahwa nilai kemanusian di atas segalanya. Menurutnya, apapun yang merusak nilai itu, entah mengatasnamakan agama atau ideologi tertentu patut diperangi. “Saya rasa semua manusia yang masih memiliki rasa kemanusiaan, akan terluka hatinya jika melihat kematian Intan.”

Reporter: Wulan Agustina Pamungkas
Redaktur: Lugas Subarkah

Komentar

komentar

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of