Castro: Pertanian Selalu Menjadi Basis Ekonomi Kami (Sebuah Wawancara Tahun 1961 Bagian II)

Revolusi belum selesai ketika Pemerintahan Revolusioner Kuba terbentuk di tahun 1959. Pemerintahan baru ini langsung dihadapkan pada masalah bagaimana mengganti struktur lama dengan struktur baru yang sejalan dengan cita-cita revolusi.

Setidaknya, sejak awal Perang Dunia Pertama, Kuba sudah termasuk negara produsen dan eksportir gula terbesar dunia. Hasil panen tahun 1913 mencapai dua juta ton gula, perolehan ini meningkat di tahun 1925 menjadi lima juta ton. Dalam 40 tahun sebelum kejatuhan Batista gula menyumbang 82 persen ekspor Kuba. Keuntungannya bertambah saat harga gula melonjak di tahun 1940-an dan menjadikan Kuba negara dengan pendapatan per kapita tertinggi se-Amerika Latin.

Yang jadi sandungan bahwa industri gula tersebut tidak sepenuhnya mengakomodir tenaga kerja yang tersedia, selain alasan industri ini sebagian dimiliki oleh asing. Sebelum revolusi, perkebunan-perkebunan gula menguasai 75 persen tanah subur dan hanya mempekerja-tetapkan 25.000 orang dari 6 juta total penduduk Kuba. Tenaga kerja lainnya hanya bekerja saat musim panen tiba. Ini berarti pekerja-pekerja musiman menganggur selama musim mati (tiempo muerto).

Dari keterangan Fidel Castro terdahulu, para perkerja musiman ini bertahan hidup dari hutang yang jumlahnya sebanding dengan upah yang akan mereka dapatkan saat waktu panen tiba. Uang yang didapat digunakan untuk membayar hutang. Tanpa memiliki pendapatan lebih, hidup pekerja Kuba sekedar berputar dalam lingkaran hutang; gali lubang tutup lubang.

Aspek lain adalah buruknya kondisi pekerja industri gula; upah murah, tinggal di gubuk tanpa sambungan listrik, dan  pertanian yang masih menggunakan cara-cara tradisional. Bagaimanapun, masyarakat Kuba menganggap industri gula tak ubahnya praktik perbudakan.

Setelah Pemerintahan Revolusioner berdiri, kondisi industri gula berangsur berubah. Pada tahun 1961 pemerintah membentuk Komisi Mekanisi Panen Tebu, dengan tugas khusus, memekanisasi panen tebu yang awalnya menggunakan tangan menjadi panen dengan bantuan mesin-mesin pemotong tebu. Untuk kepentingan ini, Kuba menggandeng insinyur-insinyur dari Uni Soviet, Argentina, dan negara-negara Eropa. Tidak hanya itu, demi memutus rantai ketergantungan di berbagai sektor, pemerintahan baru banyak membangun sekolah pasca kaum profesional melarikan diri dari Kuba di masa revolusi.

Berikut lanjutan terjemahan teks wawancara Jurnalis Uni Soviet dengan Fidel Castro pada tahun 1961. Bagian II:

Castro: Saya tak melebih-lebihkan. Semua yang kami katakan bisa menjadi gambaran seperti apa negara kami dalam empat atau lima tahun ke depan. Kami mulai mengalami kekurangan tenaga kerja.

Maka dari itu, masalah pengangguran akan lenyap seluruhnya. Pertanian akan dikembangkan dengan cepat. Bagaimana? Dengan mesin-mesin yang akan kami terima dari Uni Soviet dan negara-negara sosialis. Tahun ini kami akan menggunakan 4000 traktor untuk pertanian yang kami beli dari negara sosialis. Tahun ini kami sudah mulai membangun industri pertama yang juga dibeli dari negara sosialis.

Tahun ini kami akan memanen semua tebu, karena banyak negara sosialis memberi jaminan ketersediaan pasar untuk empat juta ton gula kami.  Hal ini membuat kami bisa melaksanakan langkah selanjutnya: tanah-tanah yang ditanami tebu, yang paling subur, di masa mendatang tidak hanya digunakan untuk menanam dan memanen tebu, tapi juga menanam tanaman lain. Ini berarti pertanian akan menyediakan pekerjaan sepanjang tahun. Setelah panen satu jenis tanaman, kami akan menanam tanaman lain. Dulu kami hanya menanam tebu. Setelah panen, tak ada lagi pekerjaan buat rakyat di desa.

Sekarang kami berkeinginan untuk merombak ulang pertanian dengan tekhnik terbaru. Terus menanam dengan teknik modern. Demikian, sebagai contoh, kami sudah mengerahkan 1000 petani ke sebuah sekolah untuk mempelajari pembuatan pupuk kandang, jadi, dalam enam bulan, semua koperasi rakyat bisa membuat pupuk. Akan kami lakukan dengan memelihara banyak sapi perah untuk daging dan susu, sambil membiakkan jenis terbaik.

Kami akan menanam jutaan pohon buah, agar kami memiliki stok buah tropis yang berlimpah untuk diekspor. Begitulah, pertanian yang selalu menjadi basis ekonomi kami, akan kami kembangkan dengan sungguh-sungguh.

Baca juga  Gemah Ripah, Memanfaatkan Lahan Sempit Untuk Hasilkan Pangan

Kami akan bekerja di antara para petani kecil yang tak menerima bantuan apapun sebagaimana yang saya tunjukkan sebelumnya. Tapi, dengan bantuan yang kami berikan, mereka bisa meningkatkan hasil pertanianya.

Dengan bantuan ahli dari USSR (Union of Soviet Sosialist Republics) dan Negara sosialis lainnya, melaksanakan kerja sesuai rencana pekerjaan kami. Kami ingin merumuskan dan melaksanakan program industrialisasi besar.

Sekarang kami sedang memastikan pemanfaatan penuh dari kapasitas produksi di dalam industri. Kami sudah mencapai produksi maksimal dan mempekerjakan secara maksimal. Beberapa perusahaan mempekerjakan 100 pekerja sebelum revolusi, sekarang sampai 600 pekerja.

Kami sudah mulai melakukan program pelatihan bagi teknisi. Sekarang ini 6000 pelajar sedang menjalani pelatihan teknisi.

Jurnalis: Di mana para pelajar tinggal?

Castro: Di rumah-rumah milik para tuan tanah kaya, di daerah terbaik kota kami. Rumah-rumah yang sekarang milik pemerintah revolusioner. Secara khusus, kami menempatkan 600 pelajar itu di sebuah daerah pemukiman Cubanacan yang indah.

Mereka mengikuti pelatihan dan kelas di sebuah perkumpulan. Sekarang pemuda-pemuda ini akan tinggal di rumah-rumah yang jaraknya lebih dekat. Haruskah kami membangun semua ini dari nol, itu akan menghabiskan dana lebih dari 50 juta peso. Tanpa menghabiskan seperser centavo, kami akan memiliki akademi terindah di dunia. Gambaran yang layak ini menggunakan modal yang telah diinvetasikan.

Meski saya tak suka bertele-tele soal topik ini, saya harus katakan bahwa saat ini kami sedang  menyiapkan 200 pusat pelatihan pembantu rumah tangga di Havana. Di seluruh negeri kami menciptakan 200 taman kanak-kanak dan 200 pusat pendidikan pekerja. Kami memiliki banyak rencana serupa yang lain.

Revolusi punya kekuatan pengorganisiran yang hebat. Sekarang rakyat terlibat secara langsung melaksanakan berbagai rencana dan mendapatkan hasil dengan energi dan uang yang tak banyak. Revolusi terus-menerus berkembang, menunjukkan kenyataan bahwa dorongan revolusi semakin kuat tanpa mempedulikan kekurangan masa lalu kami.

Saat kami turun dari gunung kami segera terjun di tengah semua persoalan. Kami merasa seperti berada di tengah-tengah hutan yang dipenuhi banyak kejutan berbahaya. Bagaimanapun, kami sangat mengenal hutan kami dan kami sudah terjun di dalamnya. Setelah melewati dua tahun kami sudah memperlajari sesuatu dan mendapatkan sesuatu yang besar. Sewaktu revolusi orang belajar lebih cepat daripada waktu-waktu yang lain. Lagi pula, kami bisa menggunakan banyak cara seperti yang kalian lakukan di Uni Soviet dan negara sosialis lain. Bagi kami, hal itu merupakan pelajaran yang penting.

Selanjutnya, kami menyadari bahwa tak ada kekuatan yang bisa menghentikan revolusi di Amerika Latin. Saya meyakini ini.

Jurnalis: Kami sudah mendengar pidato Anda di PBB dan kami tahu bahwa Anda berusaha keras menuliskan pidato itu. Pertanyaan kami, apakah Anda bisa beristirahat sejenak sekembalinya dari pertemuan umum PBB?

Castro: Istirahat bagaimana?

Jurnalis: Istirahat secara fisik.

Jurnalis: Sejauh ini Amerika tak pernah memberi saya kesempatan untuk beristirahat. Sebenarnya, kapankah kita akan bisa beristirahat, benar-benar beristirahat?

Jurnalis: Ketika kita menang. Lebih cepat lebih baik.

Castro: Ketika Amerika Latin terbebas dari imperialisme dan imperialime runtuh.

Jurnalis: Kami mau menghadiahi Anda sebuah buku. Kami sudah diberi tahu bahwa Anda sudah memiliki satu salinan buku itu. Bagaimanapun, ini edisi spesial. Pengarangnya mendedikasikan buku ini bagi pembacanya, dan kami sebagai pembaca akan sangat senang memberikanya pada Anda. Inilah dedikasi itu, tanda tangan dan tanggal.

Castro: Baiklah, saya harus memberi tahu Anda, saya merasa sangat tersanjung mengetahui pidato itu diterbitkan dalam bahasa Rusia dan…

Jurnalis: Dan menikmati popularitas yang megah

Castro: Ini penghargaan bagi kami, sebuah kehormatan yang diberikan pada kami—mengetahui bahwa kami memiliki banyak teman di Uni Soviet yang tertarik dengan revolusi kami. Saya menyesal pidato-pidato itu tak begitu bagus. Saya berharap bisa memperbaikinya.

Baca juga  Imajinasi: Penggerak Roda Sejarah Manusia

Jurnalis: Izinkan kami untuk menghadiahi Anda dengan patung Lenin. Apakah Anda berkenan meletakkanya di meja kerja Anda…

Castro: Saya sudah punya patung seperti itu. Tapi saya akan menempatkan yang satu ini di sini, di lokasi terbaik.  Dari hari ke hari, saya semakin mengagumi Lenin. Semakin banyak kita belajar tentang hidup dan aktifitasnya, dan secara keseluruhan tentang dia, semakin baik kita memahami karakter revolusi dan semua kesulitan besar yang harus ia atasi. Di atas semua itu, saya mengagumi Lenin karena prestasi dan warisannya.  Tiap kali saya melihat tanker Soviet yang mendekat, saya berpikir tentang Lenin. Tiap kali saya melihat traktor yang dikirimkan untuk kami, saya berpikir tentang lenin. Tiap kali saya melihat truk Soviet, saya berpikir tentang Lenin. Tiap kami menerima sesuatu dari Uni Soviet kami berpikir tentang Lenin dan merasa berterima kasih kepada Lenin. Sebagai seorang pelajar, saya selalu menggenggam sebuah buku tulisan Lenin. Ketika kami menyerang barak-barak Moncada, kami membawa buku-buku Lenin. Selama persidangan mereka menunjukkan buku-buku ini pada kami sebagai barang bukti tuduhan, untuk mempermalukan kami. Sang tiran bertanya kepada saya, apakah saya mempunyai bukunya Lenin? Saya jawab punya, ini adalah buku tulisan Lenin dan itu adalah buku milik kami, kami akui membaca Lenin, dan berkata bahwa siapa pun yang tidak membaca karya Lenin adalah orang dungu.  Kami selalu tertarik dengan semua tindakan Lenin. Semasa revolusi buku-buku Lenin menjadi lebih menarik perhatian kami.  Baru-baru ini saya membaca ulang buku “Sepuluh Hari yang Mengguncang Dunia”. Saya membaca buku itu selama revolusi, berbeda dengan dulu, berbeda dengan saat saya membacanya sebelum revolusi. Membaca ulang buku itu dipicu keinginan untuk mempelajari revolusi Uni Soviet lebih banyak. Agar bisa memahami apa yang terjadi di negara kami. Jurnalis: Kami percaya bahwa Anda membaca Lenin dengan benar.  Castro: Terima kasih banyak. Jurnalis: Agar tak seperti jurnalis Amerika, kami ingin mempersilakan Anda beristirahat.. Castro: Kita bisa lanjutkan besok… Jurnalis: Kami bersyukur dan merasa senang. Castro: Sekarang kita bisa berfoto. Jurnalis: Baik, apakah Anda punya pesan untuk rakyat Soviet?

Castro: Baiklah, tapi .. sangat sulit menemukan kata yang tepat untuk mengekspresikan seluruh simpati dan terima kasih yang kami rasakan kepada rakyat Uni Soviet. Saya tak bisa mengekspresikan semua ini dengan kata-kata.

Jurnalist: Begitu juga, bisa kami katakan bahwa rakyat Soviet merasakan cinta yang sangat besar untuk rakyat Kuba dan mengikuti perkembangan revolusi Kuba dengan simpatik. Kami semua, jurnalis Soviet yang ada di sini, ingin menulis hal-hal menakjubkan dar kehidupan rakyat Kuba sejak kemenangan revolusi.

Castro: Sangat bagus. Sebaliknya, kami merasa sangat senang bahwa rakyat Soviet mencintai kami. Bagi rakyat Kuba  Ini cinta agung yang hanya bisa dibandingkan dengan seseorang yang kita cintai.

Jurnalis: Sebagai penutup, kami akan mendoakan yang terbaik bagi kesuksesan Kuba yang baru di segala aspek kehidupan.

Castro: Terimakasih banyak. Saya juga ingin mengirimkan salam pada rakyat Soviet dan memberi konfimasi atas keinginan saya untuk berkunjung ke Uni Soviet secepatnya guna melihat semua pekerjaan yang telah kalian lakukan.

Jurnalis: Anda akan disambut dengan seluruh cinta yang berhak Anda dapatkan.

Castro: Terimakasih banyak.

Jurnalis: Terima kasih banyak atas seluruh kebaikan Anda.

 

Diterjemahkan oleh Rifai Asyhari dan Khairul Amri

Sumber foto: www.washingtonpost.com

Komentar

komentar

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of