Puisi-Puisi Muhammad Husein Heikal: Uraian Sinkronisasi

 

Renungan Tentang Tuhan

Tuhan memberikan pendengaran

Padamu. Untuk mendengar

Detak-detak waktu dan rintik hujan

 

Tuhan memberikan penglihatan

Padamu. Untuk melihat

Bunga-bunga mekar dan hewan

 

Tuhan memberikan penciuman

Padamu. Untuk menghirup

Aroma hari-hari dan udara

 

Tuhan memberikan perasaan

Padamu. Untuk mengerti

Cinta adalah segalanya

2016

 

Uraian Sinkronisasi

Wayar yang melilit sebatang pohon

Tempat segala benalu mengisap hara

Sebungkus tepung terigu, kita siramkan

Dalam api gelora, tengah membara

Bersama seorang pengelana rimba raya

Harimau, gigi tajamnya, oh taringkah?

Menjilat bekas darah mangsa ketika senja

Rezeki yang tak kemana, ujarnya

 

Yang terpana adalah kita, yang selamanya

Selalu merisaukan hari hari hari, ternyata

Sama saja: bagai kembara yang ilusi

Dan kembali menari, sesekali bernyanyi

Kantor pos, stasiun kereta api, hotel dan bank

 

Menjadi relief dalam aliran liur bayi yang

Baru menetas pukul 7 tadi pagi, saat matahari

Baru terbangun dari kegelapan jiwa-jiwa lengang

Dan segenggam harapan akan adanya kisah

Yang mendesah dalam novel yang belum usai

 

Padahal penulis pun sudah mati, menafsirkan takdir

Kini terpajang, gula, bedak, handphone, modem, sikat

Rapat, pena, gunting, charger, remote tv, kitab suci

Bingung menatap aku: mengerjakan siapa?

 2016

 

Muhammad Husein Heikal, penulis kelahiran Medan, 11 Januari 1997. Menempuh studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara. Berbagai karyanya termuat The Jakarta Post, Horison, Analisa, Waspada, Mimbar Umum, Pikiran Rakyat, Minggu Pagi, Lampung Post, Riau Pos, Haluan, Sumut Pos, Suara Karya, Rakyat Sultra, dll. Serta termuat dalam buku Merindu Tunjuk Ajar Melayu (Riau Pos 2015), Perayaan Cinta (Puisi Inggris-Indonesia 2016), Perempuan yang Dipinang Malam (Negeri Kertas 2016), Pasie Karam (Temu Penyair Nusantara 2016), Matahari Cinta Samudra Kata (Hari Puisi Indonesia 2016), 1550 MDPL (Pesta Puisi Kopi Dunia 2016) dan Cinta yang Terus Mengalir (Ta’aruf Penyair Muda Indonesia 2016).

Baca juga  Lali Ta : Sekelebat Banaspati yang Menyala Hebat

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of

Send this to a friend