Lawan Konspirasi

Lawan Konspirasi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh: Imroatus Sa’adah*

Tugas akhir akademik sungguh mengganggu. Selalu minta diperhatikan dari matahari terbit sampai terbit lagi, manjanya minta ampun. Saking jengkelnya saya sering menghiraukannya, berpaling ke kesibukan nonton film.

Meski saya cewek tulen, tapi saya tak digilakan oleh drama korea layaknya cewek hits pada umumnya. Ternyata hanya anime yang mampu mengambil seluruh perhatian, yang mampu menghibur. Nihon Hikikomori Kyokai (NHK), anime yang terakhir saya tonton. Cukup menarik, bercerita tentang sebuah konspirasi. Bahwa hidup penuh konspirasi.

Sebuah penyakit telah menyebar di tokyo. Beberapa orang telah terkena. Terutama anak muda. Hikikomori, namanya. Menjadikan orang asosial. Takut dengan orang banyak. Alhasil, mereka selalu mengurung diri di rumah. Aktivitas mereka hanya tidur, makan, membaca, nonton film, dan tentunya main game baik off line maupun on line.

Berawal dari kesukaan menonton film dan main game. Seseorang bisa terkena Hikikomori. mereka merasa sudah menyatu dengan film dan game. Membuat mereka malas melakukan aktivitas lain. Bahkan mereka sampai putus sekolah atau kuliah. Tidak bekerja, sehingga menambah jumlah pengangguran.

Hikikomori adalah penyakit membahayakan. Jika sudah terkena  akut, pasien akan bunuh diri, tidak kuat menghadapi hidup dikarenakan rasa pesimis yang sudah menggerogoti pikirannya. Bukan hanya dapat mengurangi populasi, penyakit ini bisa merusak bangsa. Terutama generasi muda.

Semua ini tidak lepas dari konspirasi kapitalis. Semakin banyak orang Hikikomori, semakin banyak keuntungan perusahaan game. Sepertinya kapitalis telah bekerja sama dengan pemerintah. Alih-alih sebagai penanggung jawab rakyat, pemerintah mendirikan asosiasi N.H.K (Nihon Hikikomori Kyokai), semacam lembaga sosial yang menangani orang Hikikomori.

Dengan dibentuknya asosiasi N.H.K, dibutuhkan petugas yang pastinya dengan gaji yang besar. Ini sebuah proyek. Sebagaimana pekerja, petugas NHK tidak mau kehilangan gaji dan pekerjaannya. Berharap orang Hikikomori dari tahun ke tahun bertambah. Dana yang seharusnya bisa dibuat mensejahterakan rakyat miskin, pendidikan, kesehatan dialihkan ke proyek NHK. Kalian bisa membayangkan, betapa menderitanya orang miskin tak memperoleh haknya.

Baca juga  Mahasiswa dalam Konstruk Media

Tak ada yang memungkiri, sekarang adalah era teknologi. Hampir tidak ada orang yang tak menggunakan teknologi. Saya yakin, banyak pengguna android yang memainkan game on line. Saya pun juga memainkannya, levelnya sudah lumayan tinggi. Saya juga memahami perasaan kalian, wahai para pemain game, betapa nyeseknya melewatkan satu sesi game. Tanpa disadari kita sudah terjebak dalam perangkap kapitalis.

Bukan kapitalis namanya, kalau tidak mempunyai akal bulus. Cerdik dan licik. Selain game, televisi juga menjadi perangkapnya. Lewat film dan sinetron. Sudah tampak jelas, banyak sinetron yang tidak mendidik. Saya ambil contoh, sinetron anak-anak jalanan yang baru saja tamat. Selain dapat membuat betah nongkrong di depan tv, juga dapat membuat para orang tua insomnia. Gelisah, sedih karena anaknya merengek ingin dibelikan motor Ninja ala Boy dan Reva.

Sekali lagi, saya akui kapitalis itu cerdas. Mampu merusak keharmonisan keluarga, hingga menimbulkan penderitaan berkepanjangan. Anak yang ngamuk karena tidak dibelikan Ninja. Orang tua yang  mencari hutang ke sana-sini demi mengabulkan keinginan sang anak.

Setelah menyadari bahwa semuanya adalah konspirasi kapitalis, saya bergegas keluar kamar. Ganti baju, pergi ke student center dan warung kopi untuk mencari teman. Karena sudah dua hari ini saya disibukkan dengan game dan film. Saya takut menjadi Hikikomori. Takut tak punya masa depan, lalu bunuh diri. Sedangkan saya belum nikah dan beranak pinak seperti marmut.

Saya berharap pemerintah dapat bersikap bijak menyelamatkan generasi bangsa. Tolong jangan asal pilih perjanjian dengan kapitalis. Memang kita negara cukup miskin pak, tapi mbok jangan langsung mata duitan ngeliat dollar. Malu-maluin, sombong dikit dong pak. Demi harga diri bangsa.

Baca juga  Warga Jogja Ngebet Tonton Pernikahan Agung

Untuk seluruh anak bangsa, jangan mudah terjebak. Ingat, ini konspirasi! Ayo kita keluar, ikut mengamati tingkah laku mantan presiden kita, pak Susilo. Tidak kalah menarik dari game on line.

*Penulis hanya seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Seorang penikmat game online dan anime. Seorang gadis yang rajin menabung, sekian. 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of