Pesan Sutrisno Kepada KKN Angkatan 93

Pesan Sutrisno Kepada KKN Angkatan 93

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Lpmarena.com – Pukul sembilan pagi, Senin (10/07), ribuan mahasiswa memadati Gedung Prof. Dr. Amin Abdullah (eks Gedung Multipurpose) dalam acara “Pelepasan Mahasiswa KKN Semester Antara/Pendek T.A. 2016/2017 Angkatan Ke-93 Oleh Rekor UIN Sunan Kalijaga”.

Abdul Mughitz ketua panitita KKN tahun ini melaporkan, KKN 93 dilaksanakan dalam satu gelombang dari tanggal 10 Juli – 31 Agustus 2017. Diikutii oleh 3226 mahasiswa yang terdiri dari 1401 putra dan 1825 putri. Mahasiswa-mahasiswi tersebut dibagi di 316 lokasi, 248 di DIY dan sisanya di Jawa Tengah. Dipandu oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang berjumlah 96 orang.

Sayangnya, dalam pelepasan KKN pagi itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi tidak dapat menghadiri acara, karena ada kepentingan yang tidak disebutkan panitia. Pelepasan digantikan dan disahkan oleh Sutrisno selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga. Dalam sambutannya, Sutrisno banyak memberikan pesan-pesannya. Untuk bisa sukses di KKN, Sutrisno merumuskan itu dalam 3M.

Pertama, Mining, yang berarti bagaimana mahasiswa “memaknai” KKN sebagai visi hidup dan visi UIN Sunan Kalijaga. Sutrisno memberi contoh membangun masjid, Jika program kerja tersebut hanya dimaknai sekedar memperbaiki masjid saja, maknanya akan berhenti hanya di situ. Namun, jika dimaknai lebih mendalam, artinya akan lain sekali.

Kedua, Mitra, bermakna bagaimana mahasiswa KKN mampu berkolaborasi dengan orang lain. Mitra tersebut meliputi rekan kerja, DPL, masyarakat setempat, aparat desa, aparat Pemerintah Daerah (Pemda), dan lain-lain. “Jadi mitra yang bagus, Gak bisa menempatkan diri sebagai bos,” ujar Sutrisno.

Ketiga, Mastery, terkait penguasaan secara tuntas. Sutrisno mengingatkan bahwa saat ini adalah era destruksi. Masa yang begitu cepat. Masa kacau. Masa yang susah ditentukan polanya. Ketika bertahun yang lalu, ketika tanah masih dikerjakan oleh tangan petani, saat ini sudah diganti traktor. Pengukir mengahluskan kayu dengan tengan menggunakan amplas, sekarang diganti mesin. Suatu hari, mesin tersebut akan terganti dengan robot.

Baca juga  KKN UIN Suka : Bukan Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme?

Mengutip pendapat Thomas M. Young, Sutrisno menjelaskan, 20 tahun yang akan datang, 50% pekerjaan yang ada sekarang akan hilang, karena dilanda era destruksi. Sutrisno pun bertanya: “Bagaimana menghadapi masyarakat yang begitu cepat?” Ia menjawab, harus dikontekskan dengan kehidupan. Sehingga bisa mewarnai peradaban dan tahu jati diri.[]

Reporter: Isma Swastiningrum

Redaktur: Wulan 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of