2500 Kalori: Upaya Mendekatkan Pangan Kepada Remaja

Lpmarena.com – Riset kesehatan nasional Indonesia tahun 2016 menyebutkan angka obesitas atau kelebihan berat badan akut dan kekurangan gizi pada remaja tinggi. Ini dikarenakan tidak memadainya pengetahuan akan gizi dan kurangnya pemahaman tentang kebiasaan mengomsumsi makanan yang baik. Inilah yang menjadi alasan Yayasan Kampung Halaman mengangkat tema pangan dan remaja untuk dikampanyekan kepada umum.

“Yang kami cermati saat ini adalah persoalan pangan. Sehari-hari mereka (remaja) jajan, makan. Tapi apakah pengetahuan mereka terhadap pangan cukup untuk kebutuhan tubuh mereka sendiri?” tutur Rachma Safitri selaku Direktur Eksekutif, bertempat di Nyata Kopi (08/12).

Lebih lanjut Fitri, sapaan akrabnya, menjelaskan musik menjadi pilihan alat untuk mengkampanyekan isu. Melalui musik Kampung Halaman mencoba mengangkat isu tentang pangan yang sebenarnya dekat dengan remaja akan tetapi sangat berjarak. Pangan yang menjadi kebutuhan mendasar untuk konsumsi tidak dapat ruang perhatian serius. Hasilnya hanya menempatkan remaja menjadi objek dari pelaku bisnis pangan.

Berkolaborasi bersama 31 musisi dari Yogyakarta, Solo, dan Salatiga hadirlah album yang diberi nama “2500 Kalori”. Dibagi dalam dua menu. Menu pertama terdiri dari 15 musisi yang masing-masing membawakan satu buah lagu. Lagu tersebut dibuat oleh para musisi melalui pengalaman yang dekat dengan mereka.

“Jadi dalam karya ini contoh ada yang ngomongin yuk kalau makan dihabisin. Ada Orkes Kodok Ngorek yang ngomongin masak kita makan nasi terus? Pusing nanti. Jadi semuanya itu berdasarkan pengalaman pribadi musisi,” jelas Fitri.

Album ini sendiri akan diluncurkan pada Minggu, 8 Desember mendatang. Bertempat di Sangkring Art Space Yogyakarta. Dandy selaku koordinator peluncuran album menjelaskan, nantinya dalam acara tersebut akan diisi dengan beberapa acara yang dibagi dalam tiga spot. Pertama adalah spot yang menampilkan 15 musisi yang turut serta berkolaborasi dalam 2500 Kalori. Selanjutanya ada acara workshop yang mempresentasikan hasil riset dan diskusi dari agenda minggu pangan yang sebelumnya telah dilaksanakan. Kedua, spot pelapak yang menjajakan makanan lokal dari beberapa tempat di Indonesia secara gratis. Juga di sela-sela acara akan ada permainan peta yang di dalamnya menginformasikan tentang makanan dan dari mana daerah asalnya.

Baca juga  "TUMBUH" Bersama Selamat Pagi Vol. 18

“Nanti setiap peserta akan dikasih tiga kupon. Semua spot harus diikuti oleh peserta. Sifatnya nanti akan dibuat lebih interaktif,” paparnya dalam menjelaskan detail acara.

Mengenai tergabungnya 31 musisi dalam album 2500 kalori, Yusuf Safari menjelaskan, mereka adalah para musisi yang sebelumnya telah berkontribusi dalam acara Selamat Pagi yang digagas oleh Kampung Halaman. Upaya untuk berkolaborasi bersama dalam menghasilkan karya coba dihadirkan.

“Kami mengundang mereka untuk hadir berdiskusi bareng di Kampung Halaman. Muncullah persoalan pangan ini,” terangnya.

Projek ini digarap sejak September 2016 lalu. Mulai penggarapan lagunya sendiri baru pada tiga bulan setelahnya. Setiap bulannya ada forum untuk membicarakan progress dari penggarapan album. Sementara untuk rekamannya sendiri hampir rata-rata dari tiga musisi bertempat di Sekretariat Kampung Halaman. “Jadi, kantor KH (Kampung Halaman) disulap jadi studio dadakan,” pungkasnya.

Reporter: M. Abdul Rouf

Redaktur: Wulan

Sumber foto: berisik.id

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of