313 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com- Senin(11/12), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melangsungkan Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa). Ratusan mahasiswa berjajar rapi di depan Teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi (saintek). Mereka mengantri, menunggu giliran untuk melakukan pemilihan suara.

Dinda Ayustiyani, mahasiswi Prodi Pendidikan Biologi mengantri untuk mengunakan hak suaranya dalam pemilwa kali ini. Begitu pula oleh dua mahasiswi Prodi Pendidikan Matematika, Zumrotul Aisyah dan Yasin, mereka belum mengunakan hak suaranya karena masih menunggu antrian.

Meskipun di Teatrikal Fakultas Saintek Tempat Pemungutan Suara (TPS) pemilwa di padati oleh mahasiswa yang ingin memberikan suaranya, ada juga mahasiswa yang tidak tahu adanya pemilwa. Eko dan Ardi mahasiswa semester 5 Jurusan Teknik Informatika misalnya. Mereka tidak tahu bahwa pada Senin, 11 Desember dilaksanakan pemilwa. ”Kami baru tahu dari mas tadi kalau sekarang ada pencoblosan pemilwa,” ungkap mereka ketika ARENA. Menurut kedua mahasiswa tersebut, sosialisasi terkait pemilwa kali ini dianggap kurang dan tidak meyeluruh.

Berbeda dengan Eko dan Ardi, Panji mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia, ia mengatakan mau menggunakan hak suaranya karena salah satu calon kandidat pemilwa dari teman sekelasnya. “Ada rasa tidak enak hati kalau tidak memilih,”ungkap Panji yang sebelumnya dia tidak pernah tahu tentang pemilwa. “Kalau seandainya nggak dari kelas pasti tidak tahu,” tambahnya.

Menanggapi kurangnya sosialisasi yang diungkapkan oleh beberapa mahasiswa, Ketua Panitia Komisi Pemilihan Umum Mahasiawa Fakultas (KPUMF), Moh. Ali Maksudi mengatakan bahwa tim-nya sudah mensosialisasikan hal- hal terkait pemilwa kali ini melalui beberapa perantara, yaitu pamflet dan juga media sosial. “Kami sudah berusaha mensosialisasikannya, mengenai mereka tidak tahu kan yang penting kami sudah berusaha mensosialisasikannya,” ucapnya.

Ali juga menambahkan tentang presentase penggunaan hak suara. Dari 2700 mahasiswa saintek, hampir mencapai 50% yang sudah menggunakan suaranya. Ada pula satu prodi yang tidak menggunakan hak suaranya sama sekali. Semua mahaisiwa Prodi Pendidikan Fisika angkatan 2015, mereka tidak menggunakan hak suaranya karena bertepatan dengan acara kunjungan Industri selama beberpa hari dan tidak mengikuti pemungutan suara pada hari-H.

Magang : Ach Nurul Luthfi

Redaktur: Wulan