Belajar Wirausaha Bersama CEO “Preksu”

Lpmarena.com- Jum’at(15/12), mahasiswa Jurusan Ekonomi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan seminar kewirausahaan bertajuk Entrepreneur Youth Of Culture di lantai satu gedung Prof. Soenarjo UIN Sunan Kalijaga.
Seminar yang dimulai pukul 07.30 dan terbuka untuk umum tersebut merupakan bagian dari tugas akhir semester mata kuliah manajemen.

Menghadirkan dua narasumber yaitu Fery Atmaja selaku Chief Executive Officer (CEO) Ayam Geprek (Preksu) dan Motivator Yeksi Defitasari, animo peserta seminar cukup besar, terlihat dari ruangan yang penuh dan sesak bahkan sebelum acara dimulai.

Dalam materinya, Fery menceritakan kisah suksesnya mendirikan Preksu dan langkah-langkah menjadi seorang entrepreneur yang baik. Bagi Fery menjadi entrepeneur bukanlah sesuatu yang dicita-citakannya. Hal tersebut ia lakukan karena kondisi yang memaksanya untuk membiayai keperluan hidup sendiri.

“Ayah saya meninggal ketika saya kelas 2 SMP, sejak saat itu keperluan sekolah sampai kuliah, dibiayai oleh kakak, ketika memasuki semester 2, kakak memutuskan untuk menikah, sejak saat itu saya berpikir bagaimana cara untuk membiayai keperluan saya sendiri dan keluarga,” tutur Fery.

Fery juga mengungkap bahwa ia pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Mengalami kebangkrutan, hingga dijauhi teman- temannya. Dari sinilah kemudian Fery berpikir untuk membuka usaha. Ia kemudian melakukan riset hal-hal apa yang disukai mahasiwa, kira-kira makanan seperti apa yang laku dijual dikalangan mahasiswa, sampai akhirnya memutuskan untuk berjualan ayam geprek dan susu. “Karena pasar saya mahasiswa saya mikir, mahasiswa kan sukanya sesuatu yang murah, banyak, dan enak tuh, terpikirlah ayam geprek dan minuman susu yang memang saat itu hits,” ungkapnya.

Menurut Fery dalam memulai usaha tidak harus menciptakan sesuatu yang baru, karena yang baru modalnya banyak, dan belum tentu orang suka. “Kuncinya ATM Amati, Tiru, Modifikasi, jadi nggak harus baru tapi yang sudah ada itu dimodifikasi agar usaha kita mempunyai ciri.”
“Kemudian hal penting lainnya yaitu perbanyak link, dan dekati konsumen,” sambungnya.

Baca juga  Ia yang Memulai Kemandirian

Dalam bisnisnya Fery bukan semata- mata mencari kesuksesan materi, tetapi ia niatkan juga sebagai ibadah. Spiritual Company, konsep tersebutlah yang ia terapkan dalam bisnisnya.

Magang: Eni Fitri Astuti
Redaktur: Wulan

Beri Komentar

Send this to a friend