Bicara “Wujud” Menurut Pemikiran Ibnu Arabi

Bicara “Wujud” Menurut Pemikiran Ibnu Arabi

Lpmarena.com- Senin(18/12), Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) UIN Sunan Kalijaga (SUKA) menyelenggarakan bedah buku karya Muhammad Yunus Masrukhin berjudul Al Wujud wa Al Zaman dilantai 1 Gedung Pascasarjana. Acara dimulai  dari pukul 08:30 dan terbuka untuk umum.

Bedah buku menghadirkan tiga pembicara, yakni Muhammad Yunus Masrukhin selaku penulis buku, Ulil Abshar Abdalla sebagai pembedah buku dan  Dr. H. Zuhri merupakan dosen Filsafat UIN SUKA sebagai pembanding dari pembedah buku.

Dalam acara tersebut, penulis memaparkan bahwa buku yang diterbitkan merupakan hasil dari tugas tesis yang ia garap semenjak kuliah di Mesir. Membahas tentang “wujud” menurut pemikiran Ibnu Arabi yang yang membaginya menjadi tiga wujud. “Wujud merupakan menamakan tuhan dalam suasana kerinduan. Sedangakan saya membaginya menjadi tiga wujud, yakni wujud-abadi, wujud-antar (abadi dan histori), dan zaman-histori,” Muhammad Yunus Masrukhin menjelaskan.

Ulil Abshar selaku pembedah memaparkan lebih kompleks terkait wujud. Menurutnya wujud terdiri dari dua lapis, dan hal tersebut sudah ada sejak zaman Yunani, masa Platonisme. “Pertama yang tampak dan yang kedua yang tidak tampak. Maksudnya, wujud alam materi lebih rendah dari wujud alam tidak tampak, wujud dalam kehidupan ini hanyalah tiruan. Sedangkan wujud yang tidak tampak merupakan yang menjadi model dari wujud yang tampak,” ungkapnya.

Uilil menambahkan, terkait wujud Tuhan, tidak bisa dilepaskan pada asma dan sifatnya Tuhan. Dalam hal tersebut, Ibnu Arabi mempunyai cara pandang yang berbeda. “Sifat tuhan yang paling puncak adalah Allah, karena itu memang secara tidak langsung memunajatkan tentang wujud Tuhan berkaitan satu sama lain, tidak terisolasi. Bukan hanya wujud yang materi, wujud yang rohaniyahpun saling terkait,” tambahnya.

Melihat dari sisi yang berbeda, Dr. H. Zuhri mengungkap bahwa buku karya Yunus tersebut dikemas dengan retorika kepenulisan yang begitu indah. “Dari bahasa dan alur penulisan sangat indah,” ucap Zuhri. Menurutnya buku tersebut merupakan karya  yang luar biasa karena mencantumkan sumber-sumber asli dari karya Ibnu Arabi.

Baca juga  Terlalu luas Menghubungkan Pancasila dengan Entrepreneurship

Magang: Lubis Anshory

Redaktur: Wulan

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of