Millenial Nusantara: Menggali Perubahan Demografi dan Masyarakat

Lpmarena.com- Senin(18/12), Komunitas Gusdurian dan Santri Gus Dur menyelenggarakan bedah buku “Millenial Nusantara” di pendopo hijau LKis, Sorowajan, Yogyakarta. Bedah buku  diselenggarakan  untuk menggali perubahan demografi yang ada masyarakat dan bagaimana sikap masyarakat ke depan untuk menghadapai perubahan selanjutnya. Menghadirkan narasumber Hasanudin Ali, selaku pengarang buku sekaligus pendiri atau Chief Executive Officer (CEO) Alvara Research Center.

Menurut Hasan,  generasi manusia di bagi menjadi empat kelompok.  Pertama, Gen Babby Boomers yang muncul setelah perang dunia. Kedua, Gen Z yang disebut gen “digital imigran”, karena hidup dimasa peralihan dunia analog ke dunia digital. Ketiga, Gen Millenial, gen yang hidup saat internet muncul. Keempat adalah Gen Z, generasi di saat gencarnya perkembangan internet.

Ada beberapa perbedaan diantara generasi- generasi  tersebut. Tiga hal yang diperbincangkan Generasi Millineal misalnya, yang antara lain; olahraga, musik, film, dan permasalahan hati. “Kalau Gen X seputar politik, ekonomi, budaya. Sedangkan untuk Babby Boomers tentang keagamaan ,” ungkap Hasan. Untuk tingkat konsumsi internet, Generasi Millenial dikatakan Hasan dua kali lebih banyak dibandingkan Generasi Babby Boomers.

Hasan mengungkapkan bahwa negara struktur ekonomi modern dengan usia produktif sedikit, mempunyai beban berat karena menopang banyak penduduk yang membutuhkan layanan kesehatan, layanan pensiun, dan lain- lain. Ia mencontohkan Jepang  sebagai negara yang mengkampanyekan warganya untuk meningkatkan kelahiran. Hal tersebut dikarenakan Jepang memiliki  lebih banyak Generasi Babby Boomers. Sedangkan di Indonesia lebih banyak usia antara 15-29 tahun sehingga kedepannya mempunyai banyak Generasi  Millenial. Hal tersebut berdampak baik bagi masa depan negara, karena secara sikap Generasi Millenial memiliki karakter kreatif,  mampu mengaktualisasikan gagasannnya  pada suatu produk, percaya diri , dan terhubung antara  dunia maya dan dunia nyata.

“Kita harus tahu karakter atau identitas kita sebagai Generasi Millenial seperti disampaikan pemateri jangan raganya saja Millenial tetapi pola pikir dan perilakunya seperti Generasi X maka kita akan terdegradasi,” komentar Fudzi Hanafi salah satu peserta bedah buku menanggapi pemaparan narasumber.  Ia  juga mengungkapkan  bahwa kedepannya generasi milenial akan memimpin nagara dengan dibekali skill bisnis dan intelektual yang baik. “Saat ini generasi millenial yang eksis di young corporate atau  berkecimpung di dunia bisnis, di era selanjutnya akan berkecimpung di young government atau berkecimpung di pemerintahan,” Fudzi menutup pembicaraan.

Magang: Rizal M

Redaktur: Wulan

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of