Home T E R K I N I PBAK Molor di Hari Pertama

PBAK Molor di Hari Pertama

by lpm_arena

Published on August 29, 2018

Lpmarena.com- Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) mengalami kemoloran di hari pertama. Hal ini disebabkan keterlambatan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi sebagai pengisi acara Pembinaan Mental dan Spiritual yang dilaksanakan sebelum pembukaan PBAK.

Dalam roundown acara, Pembinaan Mental dan Spiritual seharusnya dimulai pukul 06:30 kemudian dilanjutkan dengan pembukaan PBAK pukul 08:00 WIB. Namun karena acara tersebut molor, pembukaan PBAK baru dimulai pada pukul 09:40 WIB.

Keterlambatan Yudian disebabkan ia baru selesai dari sebuah acara di Pontianak dan harus langsung pergi lagi ke Jakarta. “Sebelumnya beliau sudah tahu acara PBAK ini dan sudah diingatkan,” papar Waryono saat ditemui ARENA selepas pembukaan PBAK Senin (27/08) di Gedung Prof. Amin Abdullah.

Molornya acara itu menyebabkan miskomunikasi antara panitia universitas dengan panitia fakultas. Saat Pembinaan Mental dan Spiritual masih berlangsung, sebagian panitia fakultas menggiring mahasiswa baru (maba) menuju Gedung Prof. Amin Abdullah untuk mengikuti acara selanjutnya.

“Jadi, miskomunikasinya  itu dari pihak rektor menyangka jika acara yang di masjid keluarnya jam setengah sembilan sedangkan di roundown setengah delapan sudah harus keluar,” jelas Risa Maulida, koordinator divisi acara Fakultas Tarbiyah.

 

Pertama kali keluar dari masjid adalah maba Fakultas Tarbiyah, disusul Fakultas Syariah dan Hukum. Risa menjelaskan jika panitia fakultas mendapat aba-aba dari panitia universitas. “Kami dapat aba-aba dari panitia universitas yang ada di belakang untuk keluar karena waktunya sudah sampai,” ujarnya saat ditemui ARENA di Fakultas Tarbiyah Selasa (28/08).

Hal itu sempat membuat Yudian marah karena maba tidak mengikuti acara sepenuhnya. Maba Fakultas Syariah dan Hukum yang juga keluar meninggalkan acara setelah Fakultas Tarbiyah menjadi titik kemarahan rektor UIN tersebut.

Ayu selaku koordinator divisi acara Fakultas Syariah dan Hukum menanggapi, jika mareka hanya menjalankan sesuai teknik lapangan yang sudah ada. “Sesuai teklap itu setelah Fakultas Tarbiyah keluar maka langsung disusul oleh Fakultas Syariah,” paparnya.

Ketua PBAK 2, Rifaldi, menjelaskan, awalnya rektor menginginkan pembukaan PBAK dilaksanakan di masjid agar berbarengan dengan acara yang dia isi. Karena setelah acara itu ia harus ke luar kota. Sementara jika pembukaan masih dilakukan di tempat lain akan menghabiskan banyak waktu.

Sayangnya, beberapa peserta sudah ditarik ke Gedung Prof. Amin Abdullah sebelum Yudian selesai mengisi acara. Hal itu dilakukan karena pihak panitia mengejar roundown yang telah ditetapkan universitas. “Makanya tadi agak berhenti karena miskomunikasi itu,” pungkasnya.

Kemoloran waktu tersebut merembet kepada jadwal Sosialisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Jadwal yang seharusnya dimulai pada jam 13:45 molor sampai jam 14:26. Septiana selaku ketua Forum Komunkasi (Forkom) UKM bertindak agar kejadian tahun lalu tidak terulang kembali yaitu penarikan peserta sebelum sosialisasi selesai. Dia membuat surat perjanjian agar peserta tidak ditarik keluar sebelum acara sosialisasi selesai. Namun surat itu di tolak oleh Wariyono.

Dia menambahkan bahwa ada kesepakatan antara wariyono dan pihak UKM tentang sosialisasi UKM selesai pada jam 17:00. Pada kenyataannya pada jam 16:26 dan acara sosialisasi UKM belum selesai ada peserta yang di tarik keluar ruangan. “Itu kan merugikan kita dari pihak UKM” pangkasnya kepada Arena saat di temui di Student Center (SC).

Dia berharap jika sosialisasi UKM masih penting untuk dilakukan, maka pihak kampus harus menyediakan ruang yang banyak. Karena menurutnya selama ini sosialisasi UKM selalu diberi waktu yang kurang sehingga sosialisasi per UKM kurang maksimal. “Harus ada dukungan dari pihak rektorat untuk sosialisasi UKM kedepannya” harapnya.

Reporter : Ach. Nurul Luthfi

Redaktur: Syakirun Ni’am