121 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Published on December 14, 2018

Lpmarena.com Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) UIN Sunan Kalijaga mempercepat jadwal Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa). Hal ini disampaikan ketua Sema-U, Afhit Resdi Sandi dalam sosialisasi kepada organisasi ekstra kampus di warung kopi Mato, Rabu (21/11).

Dikatakan dalam rapat bahwa keputusan mempercepat Pemilwa ini dikarenakan dalam tubuh Sema-U banyak tenaga yang tidak lagi profesional. Dalam artian sudah selesai menempuh studi dan harus segera lulus.

Wiko Sadju, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-MPO menginformasikan bahwa kemungkinan Pemilwa akan dilaksanakan pada tangal 14 Desember mendatang. “Tapi belum ada keputusan final,” ujarnya ketika ditemui di Sekretariat HMI, Perum Polri Gowok Blok D II No 177-191 Sabtu (24/11).

Tujuan diadakannya pertemuan, menurut Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Syauqi Fath sekedar untuk menginformasikan Pemilwa. “Hanya itu, pemberitahuan bahwa Desember ini akan diadakan pemilwa atau pergantian, karena SK sudah habis. Ya, semacam informasi saja,” ujarnya ketika di temuin di Omah PMII Minggu (25/11).

Sosialisasi ini dihadiri oleh beberapa organisasi ekstra diantaranya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-MPO, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Sementara HMI-DIPO tidak bisa hadir karena ketua komisariatnya tengah berada di luar kota.

Tidak Ada Perubahan Aturan

Afhit Resdi Sandi selaku ketua umum Sema-U mengatakan bahwa tidak ada peraturan baru pada Pemilwa tahun ini. Hanya saja, ia menekankan agar kali ini tidak hanya satu partai yang maju.

“Peraturan masih hampir sama secara teknis, tapi yang saya tekankan jangan satu partai lagi,” ujarnya saat ditemui ARENA di Student Center (SC) lantai satu, Selasa (27/11).

Menanggapi hal tersebut, Waryono Abdul Ghofur, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan mengonfirmasi bahwa memang tidak ada perubahan aturan secara teknis. Hanya saja, jika tahun kemarin voting Pemilwa digunakan untuk memilih Sema dan Dema, tahun ini sampai tahap memilih Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)

Selain itu, Waryono menegaskan bahwa Pemilwa tidak akan dilaksanakan apabila hanya diikuti oleh satu partai. “Bila hanya diikuti satu partai seperti tahun sebelumnya maka pemilwa tidak usah dilaksanakan,” paparnya kepada ARENA, Selasa (04/12).

Transparansi Pemilwa

Ketua HMI-MPO, berharap Pemilwa tahun ini lebih transparan dan akuntable dengan memberikan ruang secara adil dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika dimisalkan kursi KPU sebanyak 100 persen, maka 80 persen dibagi rata untuk seluruh organisasi ekstra dan 10 persen untuk mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi.

“Ini kan, Pemilwa, bukan pemilihan organ ekstra, jadi semuanya harus tau informasi akan Pemilwa,” ucap Wiko, Sabtu (24/11).

Waryono Abdul Gafur juga mengatakan bahwa pemilwa tahun ini harus lebih terbuka. Ia berharap Pemilwa berjalan lancar dan dapat dikontrol. Permasalahan tahun kemarin terkait fakultas yang tidak menerima informasi dengan baik, berusaha ditanggulangi tahun ini.

“Kami sudah menyebarkan informasi tentang pemilwa melalui web, bahkan sudah membuat baliho,” jelasnya ketika ditemui di ruangannya, Selasa (04/12).

Menyikapi berbagai harapan tersebut, ketua Sema-U mengatakan bahwa Pemilwa memang bersifat terbuka. “Saya juga setuju soalnya pemilwa ini emang terbuka,” ujarnya.

Mengenai keterbukaan Pemilwa, ia mengaku tidak mengerti maksud ‘terbuka’. “Saya tidak mengerti bahasa terbuka dan tidak terbuka itu bagaimana, karena artinta luas banget, kan,” pungkasnya ketika ditemui di Studen Center lantai satu Selasa (27/11).

Hingga berita ini di terbitkan ARENA telah mencoba menghubungi Ketua Komisariat GMNI UIN Sunan Kalijaga, Nazar, melalui Whatsapp namun belum ada jawaban.

Reporter: Afif (Magang)

Redaktur: Fikriyatul Islami M