231 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Published on April 18, 2019

Lpmarena.com- Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan bagi pengurus Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM) periode 2019 di Hotel Galuh Prambanan, Klaten. Kegiatan tahunan ini berlangsung sejak Kamis (11/04) hingga Sabtu siang (13/04).

“Acara ini merupakan pokok kemahasiswaan yang akan menjadi modal dalam kepengurusan maupun setelah kepengurusan, materi dalam acara juga disesuaikan dengan problem-problem yang tengah dihadapi oleh kepemimpinan mahasiswa ke depannya,” tutur Waryono, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga, Kamis (11/04) di Hotel Galuh Prambanan, Klaten.

Acara dibuka oleh rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi Kamis (11/04), dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama, Arah dan Kebijakan Pengembangan Kemahasiswaan oleh Waryono Abdul Ghofur selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Materi tersebut memaparkan bagaimana seharusnya mahasiswa bersikap, seperti tertera dalam UU RI Nomor 12 Tahun 2012 dan PP No. 60 Tahun 1999 yakni mahasiswa mesti mengetahui wilayah-wilayah yang harus dimasuki olehnya.

Materi kedua disampaikan oleh Suharyadi, Direktur Kemahasiswaan UGM, Teori dan Aplikasi Kepemimpinan dalam Organisasi Kemahasiswaan. Membahas asal-usul teori kepemimpinan, bermula dari teori genetik, sosial, dan ekologi.

“Pemimpin harus memiliki sifat intelejensi, kepercayaan diri, determinasi, integritas, dan sosiabilitas. Menjadi seorang pemimpin tidak sembarang, ada beberapa persiapan dalam menjadi seorang pemimpin, yang mana pemimpin yang sukses adalah memerlukan perjuangan. Karena kesuksesan tidak datang dengan sendirinya, tetapi perlu adanya perjuangan,” ujar Suharyadi (11/04).

Pemateri ketiga M. Suyanto, Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta menyampaikan materi terkait Manajemen Strategi dan bagaimana teori dan aplikasinya pada organisasi kemahasiswaan. Pada hari terakhir, Maulin Ni’am Koordinator Program Kemahasiswaan DECODE UGM menyampaikan bahwa organisasi kemahasiswaan harus mempunyai visi dan misi yang jelas. “Sehingga akan membentuk image building, pencitraan, adalah kumpulan kesan yang ada pada suatu organisasi maupun produk,” ujarnya Rabu (13/04).

Pada penghujung acara, Waryono berharap informasi yang didapatkan oleh perwakilan UKM, DEMA, maupun SEMA dapat disampaikan kepada anggota dan pengurus lain yang tidak mengikuti pelatihan.

Menanggapi kegiatan ini, Ikbalul Mutakin selaku ketua UKM SPBA sekaligus salah satu peserta mengapresiasi dan berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. Ia juga meminta agar kuota peserta diperbanyak. Selain itu, variasi acara juga perlu diperbaiki karena terkesan monoton.

“Kemarin itu terkesan monoton di satu ruangang. Kita jarang diajak keluar dalam satu tema tertentu misalkan,” ujarnya kepada ARENA (16/14).

Peserta terdiri dari 40 orang pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Ketua Senat Mahasiswa (SEMA), dan Dewan Mahasiswa (DEMA).

Reporter: Kristinawati

Redaktur: Fikriyatul Islami M