179 Pembaca
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com– Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa  (IKPM) Jawa Barat menyelenggarakan Jabar Festival dengan mengusung tema “Gema Padjajaran di Bumi Mataram” di Lapangan Stadion Mandala Krida pada Sabtu malam (19/10).

Naufal El Fauzy menuturkan bahwa tema tersebut diangkat untuk mengapresiasi penamaan jalan arteri di Yogyakarta, Jalan Siliwangi dan Jalan Padjajaran. Penamaan tersebut ditetapkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X sejak 24 Agustus 2017.

 “Sebagai bentuk sambutan baik mahasiswa Jawa Barat mengenai penamaan kedua jalan tersebut.” tutur Naufal El Fauzy, Ketua Pelaksana Jabar Festival.

Jabar Festival ini sudah diadakan dua kali sejak tahun lalu dengan tema yang sama. Adapun yang berbeda di tahun ini ialah kolaborasi wayang golek Sunda dan wayang kulit gagrag Yogyakarta.

Gagrag berati pakem atau aturan, dan kolaborasi kedua wayang tersebut memakai pakem Yogyakarta. Namun, pelakonan wayang dilakukan secara bergantian dengan iringan karawitan dan Bahasa Jawa dan Sunda.

Kolaborasi wayang ini mengisahkan Gatot Kaca Winisuda / Gatot Kaca Ngadeg Raja yang dinobatkan sebagai raja negeri Pringgondani, menggantikan Prabu Arimba. Kisah tentang Gatot Kaca Winisuda diangkat karena memiliki kolerasi dengan tema Jabar Festival yang menggambarkan semangat pemuda dalam berjuang.

 “Wayang kulit adalah kekayaan intelektual leluhur yang luar biasa,” Ujar Ki Hari Rayadi Putra, Dalang Wayang Golek Sunda.

Beberapa disiplin seni lain yang ditampilkan, diantaranya oratorium atau mini kolosal dari Sanggar Seni Kujang, pagelaran musik etnik, tari, workshop seni sunda, dan terdapat pula stand-stand kuliner dari 17 daerah di Jawa Barat.

Fira, peserta Jabar Festival, mengaku senang dan mengikuti rangkaian acara tersebut ketka diwawancarai ARENA. “Acaranya bagus, berasa ketemu keluarga sendiri,” pungkas Fira.

Reporter: Annida Aula Rahmah (Magang)

Redaktur: Sidra