Lpmarena.com– Jogja Memanggil kembali menggelar aksi bersama rakyat dari berbagai elemen pada Kamis (20/02). Aksi tersebut digelar mulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul massa aksi di parkiran Abu Bakar Ali. Dalam aksi kali ini masyarakat tidak mengatasnamakan aliansi manapun atau almamater tertentu, semua turun ke jalan atas nama rakyat. Dalam pantauan Arena massa aksi menuntut penurunan Prabowo-Gibran secara tidak langsung dan pembubaran kabinet Merah Putih.
Massa aksi memenuhi jalanan malioboro.

Massa aksi berjalan dari titik kumpul menuju ke titik nol Yogyakarta dengan membentangkan berbagai banner dan poster berisi tuntutan, kritik, umpatan serta kekecewaan atas kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.


Massa aksi bergantian melakukan orasi sepanjang jalan menuju titik nol. Tak hanya mengusut tuntas perihal tuntutan nasional yaitu kebijakan efisiensi anggaran, massa aksi juga mengusut beberapa tuntutan regional dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti mewujudkan tata letak kota yang demokratis.



Di depan Gedung Agung massa aksi menggelar parade memakan lampu sebagai representasi dari program makan bergizi gratis. Hal itu mengartikan program makan siang gratis bukannya mengenyangkan justru sebaliknya, menyengsarakan.

Massa aksi membakar pembatas jalan sebagai bentuk kekecewaan atas sikap acuh pemerintah dan aparat negara.


Catatan Redaksi: Berita ini dikoreksi pada 7 Maret 2025 pukul 20.57 WIB. sebelumnya aksi diadakan pada Jum’at (20/02). Seharusnya adalah Kamis (20/02)
Fotografer/Penulis Rizqina Aida | Redaktur Maria Al-Zahra