Home BERITA Inaugurasi UKM Tidak Kondusif, Imbas Miskomunikasi hingga Pemangkasan Anggaran

Inaugurasi UKM Tidak Kondusif, Imbas Miskomunikasi hingga Pemangkasan Anggaran

by lpm_arena

Lpmarena.com— Hari terakhir Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026, tepatnya pada Jumat, (22/08) dianggap kurang maksimal. Pasalnya, sewaktu pementasan oleh seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang diadakan di gedung Multi Purpose (MP), mahasiswa baru justru berhamburan menuju pintu keluar, meninggalkan acara dengan tiba-tiba.

Salah satu perwakilan Forum Komunikasi (Forkom) UKM, Rizqon Ashkhabul Yamin, menjelaskan bahwa dirinya sekaligus seluruh anggota UKM mengaku kaget saat mahasiswa baru mulai berjalan menuju pintu keluar. Padahal pementasan di atas panggung masih berlangsung. Ia menyebut bahwa pihak UKM tidak menerima sama sekali konfirmasi dari panitia PBAK universitas.

Ia menyayangkan peristiwa tersebut dapat terjadi ketika para punggawa UKM melakukan pementasan. Menurutnya, pementasan UKM yang mestinya menjadi ajang perkenalan kreatifitas menjadi tidak maksimal karena suasana yang tidak kondusif.

“Hari ketiga jatah kita (UKM, Red.) yang secara perumusan sudah matang banget, itu benar-benar kayak udah gak ada celah gitu,” ungkap Yamin, sewaktu diwawancarai ARENA.

Menurut keterangan panitia universitas yang ARENA peroleh saat acara berlangsung, mahasiswa baru memang diperbolehkan keluar gedung untuk sekadar mencari makanan di sekitaran MP. Namun, bukti di lapangan menunjukkan beberapa mahasiswa baru berhasil lolos keluar gerbang kampus karena tidak adanya penjagaan ketat dari panitia PBAK. Hal itu ditengarai karena adanya miskomunikasi antara panitia universitas dengan panitia fakultas.

Isu lain yang juga beredar, panitia fakultas memang memperbolehkan mahasiswa baru untuk keluar gedung. Namun, hasil pengamatan ARENA pula, panitia fakultas sengaja menggiring mahasiswa baru untuk keluar dari MP menuju fakultas masing-masing bahkan hingga diperbolehkan untuk pulang.

ARENA kemudian mengonfirmasi hal tersebut kepada Tohari (bukan nama sebenarnya),selaku Divisi Acara PBAK Universitas. Menurutnya, saat inaugurasi berlangsung, memang ada miskomunikasi di antara panitia. Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa panitia dari beberapa fakultas, alih-alih menjaga mahasiswa baru untuk tetap kondusif dan tidak keluar dari lingkungan kampus, justru malah mengajak untuk kembali ke fakultas masing-masing alias meninggalkan MP.

Panitia fakultas, lanjut Tohari, mestinya membantu untuk menjaga kelancaran acara. Hal tersebut, sudah menjadi kesepakatan seluruh panitia baik dari tingkatan dosen, universitas, hingga fakultas, jauh sebelum PBAK dimulai.  

“Konsep awal di hari ketiga itu, mahasiswa baru silakan format duduknya senyaman mungkin, pengen jajan sekalian di luar ya nggak masalah. Tapi kita nggak mengimbau ke panitia fakultas untuk mengajak langsung mahasiswa baru keluar tribun,” terangnya.

Kondisi mahasiswa baru keluar meninggalkan gedung MP. (Foto: Tim Dokumentasi Forkom)

Winarti, selaku Ketua Panitia Dosen, menuturkan bahwa dirinya juga sempat kelabakan  ketika beberapa panitia fakultas memanuver mahasiswa baru untuk keluar MP. Menurutnya, ada informasi palsu yang tersebar. Setidaknya, sampai ARENA menemuinya di ruang pertemuan FITK pada Senin, (25/08), penyebar informasi tersebut belum terlacak.

“Setahu saya, kalau anak-anak dirasa makanannya kurang atau lapar, silakan boleh beli keluar. Tetapi nanti masuk lagi. Kita tidak mau menghilangkan euforia inagurasi,” ungkapnya.

Sebagaimana tercantum dalam rangkaian acara yang dirilis, hari terakhir PBAK dari pukul 13.30 sampai pukul 15.30 merupakan kegiatan inaugurasi yakni penampilan kreatif dari UKM, kemudian disusul dengan penutupan kegiatan oleh Rektor sampai pukul 16.00 WIB. Di jam tersebut, mestinya tidak ada acara tambahan termasuk oleh pihak fakultas. Peserta difokuskan untuk menghadiri dan menonton pementasan UKM.

Dampak Pemangkasan Anggaran, Peserta PBAK Mengeluh Kelaparan

Selain karena miskomunikasi, Tohari menyebut bahwa hal itu juga disebabkan oleh banyaknya mahasiswa baru yang kelaparan. Pasalnya, mahasiswa baru memang tidak diberikan jatah makan siang maupun kudapan di hari terakhir PBAK. Hal tersebut merupakan kebijakan kampus karena adanya efisiensi dan pemangkasan anggaran.

“Kita mengimbau buat makanan untuk festival Kuliner Nusantara, tapi itu kan pagi harinya. Nah untuk siangnya, sampai fasilitator dari FGD itu mengeluarkan uang pribadi untuk membelikan anak-anaknya makanan,” ungkapnya.

Salma An-nisa, perwakilan Korp Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI), menuturkan bahwa ruangan yang cukup padat ditambah dengan minimnya ventilasi udara yang baik juga dapat berpengaruh terhadap stamina mahasiswa. Ia juga menyebut bahwa banyak mahasiswa yang kelelahan dan mengeluh, misalnya asam lambung dan maag.

“Beberapa mahasiswa pada minta obat Promag,” ungkap perwakilan KSR sewaktu diwawancarai ARENA pada Minggu, (24/08) di Student Center.  

Di hari terakhir PBAK, kampus memang tidak mengalokasikan anggaran PBAK untuk konsumsi baik makanan berat maupun kudapan. Alhasil, hari ketiga PBAK disiasati dengan mengusung acara ‘Kuliner Nusantara’. Mahasiswa baru diminta untuk membawa makanan khas daerah. Hal tersebut, diserahkan dan menjadi tanggung jawab panitia dan dekanat di fakultas masing-masing.

“Kita sudah mewanti-wanti di awal, jangan sampai mahasiswa terlantar. Artinya, silahkan fakultas-fakultas gimana caranya boleh minta mereka (Mahasiswa Baru, Red.) membawa makanan,” ungkap Winarti.

Di dalam rundown, acara Kuliner Nusantara berada pada pukul 08.30 hingga 11.30 WIB. Sementara secara keseluruhan, PBAK hari ketiga berakhir pukul 16.00 WIB.

Menurut Winarti, tidak adanya anggaran konsumsi di hari terakhir PBAK disebabkan oleh adanya efisiensi anggaran. ARENA kemudian menanyakan secara spesifik perihal dampak dari efisiensi terhadap pemangkasan anggaran penyelenggaraan PBAK. Namun, dirinya berdalih tidak bisa menjawab.

“Ini Pak Wakil Rektor yang menjawab,” ungkap Winarti, singkat.

ARENA kemudian menghubungi via WhatsApp sekaligus mendatangi Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Abdur Rozaki, ke ruangannya. Namun, sampai berita ini terbit, WR III sama sekali tak memberikan komentar.

Yamin, sapaan akrab Rizqon Ashkhabul Yamin, turut kecewa terhadap panitia di tingkat dosen. Pasalnya, inaugurasi sendiri sudah diformat sebaik mungkin oleh pihak Forkom dan panitia universitas. Namun, dengan adanya usulan untuk mengadakan festival Kuliner Nusantara, membuat format acara yang telah disusun sebelumnya perlu disesuaikan. 

Usulan festival tersebut dinilai mendadak dan tanpa adanya konsep pelaksanaan yang jelas. Sehingga, menurut Yamin, banyak terjadi miskomunikasi antar panitia setelah kesepakatan awal, rencana pertama, disesuaikan. Yakni sewaktu acara berlangsung. Hal tersebut juga dinilai rentan mengingat para peserta bisa jadi tidak membawa makanan sama sekali. 

“Aku sangat menyayangkan aja sih di titik perencanaan mereka yang kurang matang itu,” ungkap Yamin, sewaktu diwawancarai ARENA via telepon pada Selasa, (26/08). 

Reporter Wildan Humaidyi | Foto Tim Dokumentasi Forkom | Redaktur Ridwan Maulana