Home BERITA Masyarakat Tunjukkan Dukungan Aksi Damai Lewat Konsumsi

Masyarakat Tunjukkan Dukungan Aksi Damai Lewat Konsumsi

by lpm_arena

Lpmarena.com— Aksi damai yang digelar Aliansi Jogja Memanggil di Bundaran UGM pada Senin (01/09) menjadi simbol solidaritas berbagai kalangan. Mulai dari ratusan mahasiswa, elemen masyarakat, sampai ibu-ibu yang turut hadir membagikan konsumsi bagi massa aksi.

Tofi, anggota Warung Sodakoh sekaligus komunitas Ibu Berisik, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dinilai serampangan dalam membuat kebijakan. Atas dasar itu, ia bersama pelaku UMKM lainnya hadir dalam aksi dan turut menyediakan konsumsi bagi massa aksi.

“Tidak ada motivasi lain, kita mau bantu. Jangan sampai anak-anak kita ikut demo tapi kelaparan, apalagi sampai pingsan,” ujarnya.

Tofi menambahkan, bahwa banyak masyarakat yang juga merasa resah, tetapi tidak dapat mengikuti aksi. Mereka memilih menyumbangkan konsumsi untuk massa aksi, bukan dalam bentuk uang, melainkan titipan langsung berupa ratusan minuman, nasi bungkus, camilan, hingga buah-buahan. 

Menurutnya, demonstrasi yang menyuarakan aspirasi wajib mendapat dukungan, meski bentuknya beragam. Ia menekankan pentingnya konsumsi dalam aksi karena jika massa kelaparan, hal itu bisa menyebabkan massa aksi mudah terpicu emosi hingga berujung ricuh.

“Perut anak-anak ini harus diamankan supaya tidak gampang juga terpicu oleh provokasi-provokasi,” jelasnya. 

Tofi menilai, bersolidaritas dan saling membantu di masa-masa seperti ini sangat dibutuhkan. Menurutnya, pemerintah hanya menjadikan rakyat sebagai objek sehingga mereka bebas membuat regulasi yang dapat mencekik rakyat, khususnya rakyat kecil. Karena itu, saling membantu dan mendukung menjadi jalan alternatif yang bisa dilakukan oleh rakyat ketika pemerintah tidak berpihak.

“Itu tidak pernah minta, tidak pernah ada meminta membuka donasi, tetapi teman-teman sudah tahu kalau ikut demo. Boleh nggak nitip? Boleh nggak ini? boleh nggak itu? Hanya dalam waktu kurang dari dua hari, tanpa memberikan nomor rekening tuh orang pada ngasih untuk konsumsi,” ucapnya.

Selain itu, Koordinator Aliansi Jogja Memanggil, Bung Kus, mengapresiasi kepada seluruh elemen yang turut membantu aksi damai ini, khususnya penyedia konsumsi. Ini juga menjadi respon terhadap pernyataan Prabowo, yang mengatakan bahwa aksi demonstrasi akhir-akhir ini merupakan makar dan terorisme. Melalui aksi ini, katanya, ingin membuktikan kepada Prabowo, bahwa demonstrasi tidak selalu membuat kerusuhan.

Adapun kerusuhan yang sempat terjadi, menurutnya, adalah bentuk akumulasi kemarahan rakyat. Pasalnya, pemerintah dan DPR tak pernah mengindahkan apa yang selama ini menjadi tuntutan rakyat, justru kerap berdalih dan bersikap ingin menang sendiri.

“Kita nggak dibayar oleh antek asing dan nggak dibayar oleh koruptor seperti yang dibilang oleh Prabowo. Aksi ini adalah murni gerakan yang memang dibangun oleh masyarakat,” tegasnya. 

Lebih jauh, Tofi merasa pengerahan aparat kepolisian dan TNI dinilai terlalu berlebihan, apalagi dengan dikerahkannya tank dan rantis di pusat kota justru membuat rakyat semakin resah. Bagi Tofi, yang diinginkan rakyat hanyalah menyampaikan aspirasi, bukan merusak bangunan vital nasional atau mengganggu keamanan.

“Itu DPR segera temui demonstran, dengarkan aspirasi ini, dan bekerjalah membuat regulasi yang benar dan berpihak pada rakyat. itu yang sebenarnya diinginkan oleh kita semua, bukan malah membenturkan kita dengan aparat gitu,” jelas Tofi.

Adapun Bundaran UGM dipilih menjadi lokasi aksi ini, menurut Bung Kus, lantaran tempat ini cukup luas untuk menampung massa aksi dalam jumlah banyak. Selain itu pula, tempat ini cukup banyak pilihan jalur mitigasi jika seandainya terjadi kerusuhan saat aksi.

Reporter Sadrah Tawang Mahari | Fotografer Bachtiar Yusuf | Redaktur Rizqina Aida