Lpmarena.com– Teater Tigakoma Universitas Muria Kudus (UMK) menampilkan pertunjukan berjudul “Tengul” di Gelanggang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (31/10). Pementasan tersebut mengangkat berbagai persoalan yang tak kunjung terselesaikan di Kudus, terutama praktik judi online yang menimbulkan keresahan di masyarakat.
Afif Khoiruddin Sanjaya, sebagai sutradara, menjelaskan permasalahan yang ada di kota Kudus menjadi latar belakang pembuatan tema dan naskah tersebut. Ia menilai, permasalahan di kota Kudus, khususnya judi online semakin runyam sejak tahun 2019.
Permasalahan tersebut, lanjut Afif, menjadi salah satu pemicu kecemasan bagi masyarakat Kudus. Maka, naskah yang dibawakan bukan sekadar pertunjukan, melainkan juga bentuk kritik terhadap pemangku kebijakan untuk segera merampungkan permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Itu menimbulkan kecemasan kedepannya. Apalagi setelah mengetahui risiko yang didapat,” jelas Afif.
Dalam salah satu adegan pertunjukkan, beberapa aktor menampilkan ekspresi cemas sekaligus bingung. Adegan tersebut menceritakan seseorang yang menggantungkan nasibnya pada perjudian sampai rela mengorbankan orang-orang terdekatnya.
Tidak hanya itu, Afif juga turut menyoroti kecemasan yang dialami masyarakat, salah satunya disebabkan oleh gaya hidup yang cenderung mengikuti arus. Akibatnya, seseorang akan terus merasa kurang dan melakukan berbagai cara demi mendapatkan apa pun yang diinginkannya.
Salah satu adegan menampilkan aktor yang melompat-lompat secara acak. Adegan itu menceritakan seseorang yang lebih mengedepankan keinginannya yang terus berubah-ubah.
“Kita mudah tergiur. Mengambil keputusan bisa semudah itu. Angan kita mengedepankan kepentingan pribadi maka ambisi itu terjadi,” tambahnya.
Di sisi lain, Jihan, salah satu penonton pertunjukan, menerangkan banyak adegan dalam pementasan yang menyentil kehidupan sehari-hari. Misalnya, praktik judi online yang menimbulkan kecemasan dan khayalan semu akan keberuntungan bagi masyarakat.
Terlebih, menurutnya, praktik judi online semakin marak khususnya di kalangan remaja dan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Padahal, Judi online hanya menambah permasalahan baru di masyarakat. Ia mewanti-wanti kepada pemangku kebijakan untuk segera menghentikan praktik judi online supaya tidak lagi memakan korban.
“Jadi ini ngingetin kita, berapa pun untungnya orang ikut judi, akhirnya tetep rugi gitu. Endingnya kalah,” katanya kepada ARENA.
Melansir dari Kompas.com pada tahun 2024, total sekitar 2,37 juta penduduk Indonesia yang terindikasi main judi online. Dari data itu, 80 persen di antaranya merupakan kalangan menengah ke bawah.
Maka, Afif mengajak para penonton untuk memahami kembali bahaya dari praktik judi online. Pasalnya, yang ditampilkan di dalam pementasan tersebut merupakan cerminan kehidupan nyata dari bahaya laten praktik judi online.
“Ini bisa menjadi ruang refleksi, memikirkan kedepannya semoga tidak terulang lagi,”pungkas Afif
Pementasan Tengul merupakan adaptasi dari naskah karya Arifin C. Noor yang dikembangkan dengan memasukkan permasalahan sosial, terutama soal judi online. Selain itu, agenda tur ini merupakan program rutin Teater Tigakoma sebagai upaya menjaring kritik dan masukan dari penonton di berbagai kota.
Reporter Aulia Lana Supriyanto (magang) | Redaktur Ridwan Maulana