Lpmarena.com–Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga mengeluhkan keterbatasan fasilitas komputer di perpustakaan kampus yang berjalan sangat lambat. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mengetik tugas, mengakses referensi daring, hingga mengikuti kelas daring.
Amrauzi, mahasiswa Sosiologi mengaku kerap mengalami kendala saat menggunakan komputer perpustakaan. Ia harus pindah komputer berkali-kali ketika mengerjakan tugas karena unit yang tersedia sering mengalami lag, bahkan membuka aplikasi web dapat memakan waktu hingga 15 menit.
“Pas mau login WA atau buka web juga lumayan lemot sih. Waktu (kunjungan perpustakaan, Red.) juga terbatas kan,” ungkapnya pada ARENA pada Selasa (11/11).
Selain lambat, fitur pada komputer perpustakaan masih terbatas. Terlebih, beberapa komputer perpustakaan tidak dilengkapi aplikasi dasar seperti Microsoft Word dan Microsoft Excel. Sehingga, ia merasa kesulitan untuk menyelesaikan tugas secara optimal.
Hal serupa juga dialami Abdul Kadir, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, mengaku sering memakai fasilitas komputer sejak semester tiga karena belum memiliki komputer jinjing. Namun, setiap kali ia memakai komputer perpustakaan, komputer tersebut berjalan sangat lambat.
“Pernah kemarin membuat proposal disana, tapi karena kendala word-nya agak benar-benar lemot Jadi kesulitan untuk membuat proposal,” ujar Kadir saat diwawancarai di depan Poliklinik UIN Sunan Kalijaga.
Menurutnya, komputer di perpustakaan tidak layak lagi digunakan untuk mengerjakan tugas karena aplikasi dasar seperti Word dan Excel tidak diperbarui. Bahkan, ia pernah mengeluhkan hal tersebut kepada petugas perpustakaan. Namun, alih-alih dibenahi, petugas perpustakaan justru beralasan masalah itu disebabkan faktor jaringan atau banyaknya pengguna.
“Tapi emang gak membantu semua alasan itu. Alasannya karena kita buka aplikasi Word di komputer, jaringan wifi banyak yang pake,” ujarnya menirukan tanggapan pihak perpustakaan pada Selasa (4/11).
Menanggapi hal itu, Sri Lestari, Koordinator Bidang Layanan Perpustakaan, menyatakan bahwa komputer yang tersedia awalnya berfungsi sebagai terminal Online Public Access Catalog (OPAC) sebelum katalog dapat diakses secara daring. Dengan peruntukan terbatas pada pencarian informasi, komputer itu tidak memiliki spesifikasi yang memadai untuk mengerjakan tugas kuliah.
Meski demikian, Sri membenarkan adanya laporan mahasiswa mengenai komputer yang berjalan lambat. Ia menambahkan bahwa kendala tersebut dipengaruhi usia komputer yang sudah lebih dari satu dekade sehingga performanya tertinggal dari kebutuhan mahasiswa.
“Ya, untuk penindaklanjutan paling dari bagian Sistem Informasi (SI), kita cek ada permasalahan apa yang memungkinkan untuk dibenahi, tidak bisa langsung serta-merta” katanya saat ditemui ARENA di perpustakaan.
Kepala Perpustakaan, Tafrikhuddin, menyebut perpustakaan telah mengusulkan pengadaan komputer baru untuk tahun mendatang. Namun, realisasinya masih bergantung pada distribusi anggaran dari universitas.
“Kita mengusulkan itu. Komputer yang sekarang ya masih layak untuk akses informasi. Kalau nanti disediakan alokasi untuk komputer, kita akan meng-upgrade,” katanya pada Rabu (29/10).
Menurutnya, perpustakaan tidak dapat langsung meminta banyak komputer karena pengadaan harus dibagi untuk seluruh unit di UIN Suka. Ia menjelaskan bahwa satu kali pengajuan tidak mungkin menghasilkan pengadaan hingga 50 komputer sekaligus. Setiap unit juga mengajukan kebutuhan serupa sehingga pembagiannya harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Sementara menunggu pembaruan, mahasiswa masih mengandalkan komputer lama dengan kinerja terbatas. Situasi itu menunjukkan bahwa meskipun komputer perpustakaan tidak disiapkan untuk mengakomodasi tugas kuliah, banyak mahasiswa tetap bergantung padanya karena ketiadaan perangkat pribadi.
“Harusnya, pihak kampus mengelola perpus kan, memperbaiki lah biar ini tidak lagi dirasakan oleh orang lain,” pungkas Kadir.
Reporter Rengga Akbar Brilliand (magang) | Redaktur Wilda Khairunnisa | Ilustrator Aileen Nazla Tiffani (magang)