Lpmarena.com– Rumah Gender (RG) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) yang diresmikan pada Februari 2023 lalu kini sudah vakum. Padahal, kehadiran lembaga ini diproyeksikan sebagai rumah aman sekaligus upaya memperkecil kemungkinan terjadinya kekerasan berbasis gender di tingkat fakultas.
Berdasarkan pantauan ARENA melalui akun Instagram @rumahgenderfdk, vakumnya RG terlihat dari minimnya kegiatan yang diselenggarakan. Terhitung, dua kegiatan terakhir yang diadakan RG memiliki jarak waktu berjauhan, yaitu pada bulan Maret dan November 2025. Bahkan, kegiatan tersebut hanya bersifat diskusi.
Zayina Syaoqilla, mahasiswa FDK, mengaku kecewa karena kegiatan di RG tidak berlanjut. Ia menuturkan pada semester pertama dirinya cukup sering mengikuti kegiatan yang diadakan oleh RG. Namun, saat ia memasuki semester tiga, RG sudah tidak pernah lagi mengadakan kegiatan.
“Rugi banget sekarang. Di tahun lalu aku mendapat banyak insight baru dan bisa membuka pikiran aku,” katanya saat diwawancarai ARENA via WhatsApp, Selasa (9/12/2025).
Menurutnya, RG mempunyai peran penting dalam melakukan skrining kekerasan seksual kepada civitas akademika di lingkup FDK. Skrining tersebut sebagai bentuk mitigasi kekerasan berbasis gender di tingkat fakultas.
Tidak hanya itu, dikutip dari website FDK, RG diproyeksikan untuk mengedukasi civitas akademika tentang pentingnya kesetaraan gender di lingkungan kampus. Hal itu bertujuan guna menciptakan kampus yang adil dan berspektif gender.
“Dengan ketidakhadiran RG, berarti itu enggak ada yg skrining lagi,” tegasnya.
Di sisi lain, Safrina Manggarani, salah satu anggota RG, menerka vakumnya RG karena pergantian Dekan yang menyebabkan adanya perubahan kebijakan. Menurutnya, perubahan kebijakan menjadi sebab Surat Keputusan (SK) tidak turun.
Pasalnya, dengan tidak turunnya SK dari fakultas, Safrina merasa bingung karena tidak dapat melanjutkan estafet regenerasi keanggotaan. Terlebih, minimnya informasi mengenai pengajuan SK mengakibatkan anggota RG dilema.
“Kalau yang sekarang (dekan, Red.) kurang ada konsen di bidang gender kalau enggak salah, sehingga kurang ditilik,” terangnya.
ARENA kemudian menghubungi Ferra Puspito Sari, Ketua RG, untuk dimintai keterangan. Namun, ia hanya menegaskan bahwa pada tahun 2025, dirinya tidak menerima SK kepengurusan dari pihak Fakultas.
“Mohon maaf, untuk tahun 2025 ini, saya tidak mendapatkan SK sebagai pengurus Rumah Gender FDK dari fakultas,” katanya kepada ARENA melalui WhatsApp, Jumat (28/11/2025).
Menjawab persoalan tersebut, Arif Maftuhin, Dekan FDK, menjelaskan tidak turunnya SK kepengurusan RG kemungkinan disebabkan oleh banyaknya lembaga di fakultas sementara sumber daya manusia yang tersedia terbatas. Sehingga, menurutnya, fakultas lebih mengutamakan posisi yang dianggap lebih strategis, seperti kaprodi dan sekprodi.
“Saya tidak tahu persisnya. Itu kan program dekan sebelumnya,” katanya kepada ARENA via WhatsApp, Selasa (24/02).
Reporter Wahida Ghumaida Az Zahra (magang) | Redaktur Ridwan Maulana | Ilustrator Siti Hajar Fauziah